Delapan Tahun Vakum, Kini Layanan Kesehatan di Puskesmas Arwanop Kembali Beroperasi
Namun, ia bersyukur saat ini Dinas Kesehatan sementara membangun rumah tinggal bagi petugas di tempat yang lama dan direncanakan Desember 2025 sudah rampung untuk ditempati.
Sedangkan untuk tempat pelayanan kesehatan, Fransiska menyewa salah satu bangunan milik masyarakat untuk dijadikan klinik sementara.
Ia menyampaikan sebagai bentuk komitmen masyarakat setempat menyerahkan lahan secara suka rela untuk dibangun gedung Puskesmas Arwanop yang baru letaknya berdekatan dengan SD Inpres Arwanop.
Ia memastikan petugas kesehatan sudah standby melayani masyarakat Arwanop sejak 23 Agustus 2025 lalu hingga saat ini.
Selain melayani masyarakat yang datang di klinik, Fransiska juga sudah umumkan kepada masyarakat bahwa petugas akan membuka kembali akses Pelayanan Kesehatan Jalan Kaki (Pusjaki) dengan mengunjungi masyarakat di kampung-kampung.
“Program ini jemput bola dan kami bawa serta dokter periksa warga di kampung-kampung,” jelasnya.
Fransiska menyebutkan secara keseluruhan Puskesmas Arwanop diperkuat 37 tenaga kesehatan terdiri dari dua orang manajemen (KTU dan Kapus), 13 orang bidan, tujuh perawat, satu dokter dan sisanya tenaga kesehatan lain, sementara tenaga nutrisi belum ada.
Ia menyampaikan ketika dirinya tiba bersama tenaga kesehatan masyarakat setempat menangis haru. Bahkan masyarakat mengungkapkan perasaannya bahwa pelayanan kesehatan tidak akan hadir sampai dunia kiamat.
“Namun ibu datang membuka kembali akses layanan kesehatan di sini. Kami senang ibu, kami akan jaga ibu dan kami akan kawal pembangunan yang akan dibangun disini,” ujar Fransiska meniru penyampaikan warga.
Fransiska menyampaikan Kepala Dinas Kesehatan sudah turun mengunjungi kesiapan pelayanan secara langsung selama dua hari di Arwanop. **














































