Dalam prosesi utama, dilakukan pertukaran empat simbol kunci persaudaraan yang melambangkan semangat toleransi dan harmoni antar umat beragama:

Kunci pertama dari Masjid Istiqlal bergambar bulan dan bintang, melambangkan kedamaian dalam Islam.
Kunci kedua dari Gereja Katedral Jakarta bergambar salib dan daun zaitun, simbol kasih dalam ajaran Katolik.

Kunci ketiga dari Yayasan Pangudi Luhur – menggambarkan peran pendidikan sebagai penguat karakter dan persaudaraan.

Kunci keempat dari Ikatan Alumni Pangudi Luhur (IKPL) melambangkan semangat brotherhood lintas generasi dan lintas iman.

Prosesi simbolik ini dilakukan bersama oleh perwakilan Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Yayasan Pangudi Luhur, dan Ikatan Alumni Pangudi Luhur.

Acara yang sarat makna ini menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan dan kebangsaan Indonesia, mempertemukan tokoh lintas agama, pimpinan Yayasan Pangudi Luhur, serta para alumni dari berbagai angkatan dan latar belakang keagamaan.

Dirjen Bimas Katolik kemudian menyampaikan pesan Menteri Agama agar seluruh umat beragama bergandeng tangan menatap Indonesia Emas 2045, menjadikan kasih dan kemanusiaan sebagai landasan pembangunan bangsa.

“Kita sebagai umat beragama harus menatap masa depan dengan kasih dan semangat kebersamaan, agar seluruh umat bergandeng tangan menuju Indonesia Emas, tanpa ada yang tertinggal”, pesannya. **