DAD Mimika dan Korem 173/PVB Dukung Penguatan Ketahanan Pangan di Papua Tengah, Dorong Pangan Lokal dalam Program MBG
Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Mimika, Vinsent Oniyoma didampingi Rosema Aleda Samber pemilik SPPG Oyehe Nabire dan Kepala Seksi Logistik Korem 173/PVB, Kolonel Arh Kurniawan Fitriana menunjukan penghargaan yang diterima dari Rosema Aleda Samber pada Rabu 29 April 2026. (Foto – Istimewa).
Nabire,papuaglobalnews.com – Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Mimika, Vinsent Oniyoma, bersama Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) mendukung memperkuat sinergi dalam mendorong program ketahanan pangan di Papua Tengah.
Sinergi tersebut juga diarahkan untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dengan menekankan keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam penyediaan dan pengembangan pangan lokal guna meningkatkan taraf ekonomi masyarakat kecil, khususnya OAP.
Vinsent dalam rilisnya kepada redaksi papuaglobalnews.com, Rabu, 29 April 2026, menjelaskan bahwa Kepala Seksi Logistik Korem 173/PVB, Kolonel Arh Kurniawan Fitriana, sangat mendukung pemanfaatan pangan lokal Papua yang memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi warga setempat.
“Pelibatan masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua, menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pelaksanaan program MBG di Papua Tengah,” tulisnya.
Menurutnya, program ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada ketersediaan bahan pangan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat adat, petani lokal, serta mama-mama Papua yang berperan dalam pengolahan, penyediaan makanan, dan penyediaan bahan baku.
Dalam kesempatan tersebut, lanjut Vinsent, Kolonel Arh Kurniawan Fitriana bersama DAD yang diwakili dirinya turut menerima penghargaan adat dari Rosema Aleda Samber, pemilik dapur SPPG Oyehe Nabire.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap penguatan pangan lokal dan keterlibatan masyarakat Papua dalam program tersebut.
Sinergi antara lembaga adat, TNI, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan dan MBG di Papua Tengah agar berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, serta berpihak pada potensi lokal daerah.
Dalam pelaksanaannya, seluruh dapur SPPG MBG di Papua Tengah diharapkan dapat mencontoh dapur SPPG Oyehe Nabire yang dikelola oleh Rosema Aleda Samber. Sejak awal beroperasi, dapur tersebut telah menerapkan konsep pelibatan masyarakat lokal, khususnya OAP, dalam penyediaan bahan baku untuk kebutuhan dapur SPPG.
Vinsent berharap seluruh dapur SPPG MBG di Papua Tengah dapat memprioritaskan pembelian pangan lokal yang dijual oleh mama-mama Papua, petani lokal, dan pelaku usaha kecil OAP.
Langkah ini dinilai penting agar program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat lokal, memperkuat perputaran uang di kampung, serta mengangkat pangan lokal Papua sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah. **














