Cerita Perjuangan Pater Jhoanes Laaper, MSC yang Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Uta, Mimika, Papua Tengah
Dikisahkan tentang kematiannya sebagai berikut: Akhir bulan Juli 1942 Pater Laaper, MSC menerima surat dari Pater Tillemans, MSC yang memberi perintah agar Pater Laaper, MSC untuk pergi ke Daerah Paniai lewat Kampung Koprapoka (untuk menghindari kepungan dan penangkap misionaris Katolik oleh tentara Jepang). Tetapi Pater Laaper, MSC tidak berhasil ke sana lewat jalan itu.
Maka ia pergi ke Kampung Uta, dengan maksud dari sana ia dapat langsung berangkat ke Paniai. Ia dihantar oleh beberapa warga yang bersedia membantunya memikul barang-barang bawahannya. Setelah berjalan kaki selama satu hari, ia ditinggalkan oleh orang-orang yang berjalan bersamanya. Tanpa orang-orang ini, mustahil atau kemungkinan kecil untuk ia dapat sampai ke Paniai.
Tak mengherankan tanpa pengantarnya, ia akhirnya membuat rakit seadanya dari kaleng-kaleng kosong yang ada padanya. Dengan rakit itu ia mulai hanyut mengikuti arus sungai Uta. Ketika rakit itu menemukan arus terjal yang kuat, maka tak heran rakit terbalik dan Pater Laaper, MSC jatuh dalam arus deras, lalu meninggal dunia.
Beberapa hari kemudian, jenazahnya ditemukan dan dimakamkan di tepi sungai Uta oleh beberapa guru katekis asal Kei, serta polisi Katolik yang bersedia membantu pekerjaan itu. Dikemudian hari, kerangka dari Pater Laaper, MSC dipindahkan ke pemakaman umum Kokonau, tepatnya di pemakaman umum Kampung Apuri. Belum lama ia berkarya di Papua, akhirnya ia harus kembali kepada Tuhan dalam usia yang relatif muda. (Dari berbagai Sumber). **















