Timika,papuaglobalnews.com – Bupati Mimika Johannes Rettob menepati janjinya mengubah sampah menjadi cuan mulai hari ini, Jumat 3 Oktober 2025. Mengubah sampah menjadi uang bukan lagi wacana melainkan kenyataan. Ini dibuktikan dengan sejumlah petugas pemilah sampah bentukan Pemerintah Distrik Mimika Baru menimbang sampah plastik pada acara pelaunchingan bank sampah di Lapangan Jayanti, Kelurahan Sempan Distrik Mimika Baru pada hari ini.

Di bawah langit Mimika yang cerah Lapangan Jayanti menjadi saksi bisu, Bupati John didampingi Kepala Distrik Mimka Baru Joel Daniel Luhukay, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jefri Deda, Plt. Asisten I Setda Mimika Ananias Faot, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Marselino Mameyao, Alice Irene Wanma, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanbun), Slamet Sutejo, Kepala Disdukcapil, Sabelina Fitriani, Kepala Disnak-Keswan Mimika, para lurah se Mimika Baru dan Kepala BNI Mimika melepaskan balon ke udara melaunching Bank Sampah Distrik Mimika Baru. Menyusul penyerahan kunci tiga pick up secara simbolis kepada Lurah Busuri Endang Letsoin. Selanjutnya Bupati menyaksikan langsung penimbangan dan transaksi penjualan sampah melalui BNI.

Bupati John dalam sambutan mengajak kepada semua yang hadir dan masyarakat Mimika mulai mengumpul dan memilah sampah anorganik dan organik sendiri-sendiri untuk ditimbang di Bank Sampah menjadi uang di setiap agen BNI 46. Sampah yang sudah dibeli oleh pemerintah kemudian petugas mengangkut menggunakan tiga unit pick up untuk dijual di Haji Ilham di Pohon Jomblo.

Dalam mendukung pengelolaan sampah ini, John berjanji akan membangun tambah dua Bank Sampah di Distrik Kuala Kencana dan Distrik Wania sehingga menjadi tiga.

John memotivasi semua masyarakat memilah sampah yang sebelumnya tidak mempunyi harga harus diubah memiliki nilai ekonomis.

John berterima kasih kepada Kepala Distrik Mimika Baru bersama jajarannya yang cepat merespons program ini.

Ia mengungkapkan pelaunchingan Bank Sampah ini meskipun ujicobanya di wilayah Pemerintah Distrik Mimika Baru tetapi sesungguhnya sasarannya untuk se Kabupaten Mimika.

Ia berharap  tokoh-tokoh paguyuban, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga hentikan kebiasaan membuang sampah di sembang tempat.

“Mulai dari rumah kita harus sudah pilah. Ada yang organik,  anorganik dan sampah-sampah kayu kita pisah,” pesannya.

Pengelolaan sampah organik pemerintah sudah membangun rumah kompos di kompleks Kantor Distrik Mimika Baru. Sampah kompos ini akan diolah selain untuk menjadi pupuk juga menghasilkan manggot untuk dijadikan pakan ternak dan lain-lain.

Ia menjajikan akan menambah pembangunan rumah kompos di beberapa distrik.

Untuk sampah plastik (anorganik) pemerintah sudah menentukan harga sesuai dengan jenisnya. Mulai dari tutupan botol aqua, plastik tulisan aqua dan botolnya.