Timika,papuaglobalnews.com – Dalam rangka mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika akan melaksanakan operasi pasar murah di wilayah Distrik Mimika Timur pada Rabu, 25 Februari 2026.

Kegiatan pasar murah yang menggandeng para distributor ini akan dipusatkan di halaman Kantor Distrik Mimika Timur, Mapurujaya, mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Yulius Koga, S.Sos., M.Si., menjelaskan operasi pasar murah ini merupakan kegiatan kedua selama bulan Ramadan. Sebelumnya, DKP telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh Indonesia yang dipusatkan di halaman Graha Eme Neme Yauware pada Jumat, 13 Februari 2026.

“Besok kami lakukan Gerakan Pangan Murah di wilayah Distrik Mimika Timur. Setelah itu, pada 17 Maret 2026 akan dilaksanakan di halaman Masjid Babusalam menjelang hari puncak keagamaan,” jelas Koga kepada papuaglobalnews.com di ruang kerjanya, Selasa 24 Februari 2026.

Ia menambahkan, selain di Masjid Babusalam, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di salah satu masjid di wilayah Nawaripi. Sementara menjelang Hari Raya Paskah, operasi pasar murah akan dipusatkan di halaman Gereja Paroki Santo Petrus SP 3.

“Jadi setelah besok, masih ada tiga kali lagi pelaksanaan pasar murah, yakni menjelang Idul Fitri dan Paskah,” ujarnya.

Koga mengungkapkan, meskipun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026 belum diserahkan, pihaknya tetap melaksanakan kegiatan tersebut atas inisiatif OPD dengan bekerja sama distributor, mengingat kegiatan ini menyangkut kebutuhan langsung masyarakat.

“Ini karena keberanian Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan distributor. Saya sampaikan kepada mereka, kalau tetap mau bekerja sama, meskipun belum ada anggaran, tetap turun melayani masyarakat. Soal pembayaran nanti kita atur setelah DPA ada,” jelasnya.

Selain itu, Koga juga meyakinkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) agar tetap menjalankan kegiatan tersebut karena menyangkut kepentingan masyarakat luas dan tidak boleh ditunda.

Meski belum tersedia anggaran, DKP telah dua kali melaksanakan operasi pasar murah.

“Kami berharap pada pelaksanaan berikutnya anggaran sudah tersedia. Yang terpenting, masyarakat tetap bisa terlayani,” harapnya.

Koga juga mengimbau masyarakat yang datang berbelanja agar membeli sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan untuk dijual kembali, sehingga semua warga dapat memperoleh bagian yang sama.

Ia menegaskan operasi pasar murah ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menstabilkan harga pangan di pasaran. **