Beredar Flyer Prediksi Gempa di Medsos, BMKG Timika Tegaskan Itu Hoaks
Timika,papuaglobalnews.com – Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, Marsareza menegaskan bahwa hingga saat ini BMKG tidak dapat memprediksi secara pasti kapan gempa bumi akan terjadi. Oleh karena itu, flyer yang beredar di media sosial yang mengatasnamakan BMKG Pusat menyebutkan akan terjadi gempa merupakan informasi hoaks.
“Memang untuk gempa bumi ada Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait mitigasi dan penyebaran informasi. Jika terjadi gempa, dalam waktu kurang dari lima menit kami harus segera mengirimkan hasil analisis kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, tim SAR, pemerintah dan aparat keamanan untuk disampaikan kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi,” ujar Marsareza kepada papuaglobalnews.com di ruang kerjanya, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, gempa bumi dengan kekuatan di atas 7 magnitudo berpotensi memicu tsunami yang cukup besar. Karena itu, BMKG akan berupaya secepat mungkin memberikan informasi dan peringatan kepada masyarakat agar dapat melakukan langkah-langkah mitigasi.
“Namun untuk memprediksi besok atau lusa akan terjadi gempa, kami tidak bisa. Flayer yang beredar di WhatsApp yang menyebutkan bahwa BMKG pusat mengeluarkan peringatan dini akan terjadi gempa itu tidak benar atau hoaks,” tegasnya.
Menurut Marsareza, BMKG baru dapat mengeluarkan informasi resmi setelah gempa terjadi melalui proses analisis yang dilakukan secara cepat dan akurat. Informasi tersebut kemudian disebarluaskan kepada masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
“Pada prinsipnya, analisis gempa yang dilakukan BMKG bergantung pada catatan gempa yang terjadi sebelumnya, terutama gempa utama,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan gempa bumi umumnya terjadi di kawasan ring of fire atau cincin api Pasifik, yaitu wilayah yang berada pada pertemuan lempeng tektonik.
Untuk wilayah Papua, zona gempa yang paling aktif berada di bagian utara, seperti Jayapura, Biak, Pegunungan Papua, Sorong dan Nabire. Sementara Timika tidak berada langsung di jalur utama cincin gempa tersebut, meskipun getaran dari gempa di wilayah lain masih dapat dirasakan.
Marsareza menegaskan potensi gempa bumi selalu ada, namun hingga kini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi. Karena itu masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. **














































