Berduka! RP Gabriel Kera Tukan, SCJ Meninggal Dunia, Pernah Disel di Polres Dituding Sebagai Profokator Demo Berjuang Insentif Guru di Mimika
Umat juga meminta supaya Pater bersama mereka semalam di gereja yang terakhir kalinya.
Bahkan sebenarnya umat setempat mengiginkan Pater Gabriel dikuburkan langsung di Kokonao, karena sudah lama hidup melayani mereka.
Masyarakat beralasan meninggalnya seorang imam merupakan pengalaman pertama kali yang langsung disaksikan oleh mereka. Berbeda dengan imam-imam asal Belanda dan Jerman dulu meninggal disaat usia mereka masih kecil.
Namun dalam misa pelepasan, Rabu 19 Maret 2025 pagi, P. Paulus Drian Suwandi,SCJ yang didampingi P.Titus Purbasaputra, SCJ menyampaikan atas aturan konggregasi jenazah Pater Gabriel harus dibawa pulang sehingga umat menerima.
Sesuai cerita almarhum, dirinya sudah diminta oleh Provinsial SCJ untuk pindah bertugas di tempat lain. Namun almarhum meminta kepada pimpinan SCJ supaya berikan waktu 10 tahun untuk bertugas di Kokonao. Permintaannya dikabulkan. Bahkan almarhum sering bercerita dalam nada guyon ingin meninggal bersama umat di Kokonao.
Dalam keseharian bersama umat lanjut Sipri, almarhum sering memberikan motivasi dan pesan-pesan kepada anak-anak.
Ia meninggal kurang tiga hari merayakan ulang tahunnya genap 49 tahun pada Jumat 21 Maret 2025.
Selama bersama almarhum, Sipri mengungkapkan banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan.
Ia sosok seorang gembala yang rangkul banyak guru.
Salah satu kenangan tidak bisa dilupakan oleh masyarakat serta para guru pada tahun 2017 dan 2018 turun melakukan aksi demo berjuang insentif guru di Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika SP3. Dalam aksi tersebut almarhum ditangkap masuk sel karena dituding sebagai profokator. Namun setelah sehari atau dua hari ditahan kemudian dibebaskan kembali.
Sipri menjelaskan jenazahnya telah dijemput pihak Keuskupan Timika dengan Pesawat Asian One Air menuju Bandara Mozes Kilangin pada pukul 07.00 WIT. Ratusan masyarakat Kokonao mengantarnya hingga di Lapter penuh haru. Pukul 7.55 WIT terbang menuju Bandara Mozes Kilangin.
Berdasarkan informasi yang beredar dari Komunitas SCJ Timika, bahwa setelah dijemput di Kokonao setiba di bandara menggunakan ambulce menuju RSMM untuk diformalin. Kemudian diistirahatkan di Gereja Paroki St. Petrus, SP3. Ia dimakamkan di pemakaman diosesan imam projo Keuskupan Timika bertempatan di hari ulang tahunnya pada Jumat 21 Maret 2025.
RP Gabriel bergabung dengan Konggregasi SCJ diawali dengan mengucapkan kaul pertamanya di Gisting Lampung pada 1 Agustus 1998. Ia kemudian menerima tahbisan imamat di Palembang pada 14 Agustus 2006. Dan menghembuskan nafas terakhir dalam usia imamat 19 tahun.
Pastor Gabriel sudah lama bertugas di beberapa bagian Papua. Mulai dari Serui, Biak dan Kokonao. **



















