Pdt. Deteminus juga menguraikan beberapa makna penting dari peristiwa tersebut, antara lain:

Membuktikan kebangkitan Yesus secara nyata melalui luka-luka yang ditunjukkan kepada murid-murid.

Menjawab keraguan manusia, bahwa Tuhan memahami pergumulan iman dan memberi peneguhan.

Menyatakan keilahian Yesus sebagai Tuhan dan Allah.

Mendorong iman tanpa harus melihat secara fisik, yang relevan bagi umat percaya masa kini.

Ia menutup khotbah dengan menegaskan pesan utama Injil Yohanes 20:31, bahwa tujuan Injil adalah supaya setiap orang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan oleh iman memperoleh hidup dalam nama-Nya. **

 

Pdt. Deteminus Beanal memberkati jemaat pada ibadah. (Foto – Istimewa).