Bahlil Lahadalia Janji Alokasikan Anggaran Bangun Listrik di Papua Tengah
Timika,papuaglobalnews.com – Bahlil Lahadalia, Ketum DPP Golkar yang juga Menteri Investasi Indonesia menjanjikan akan mengalokasikan sebagian anggaran Kementerian ESDM untuk membangun listrik di kampung/desa di Papua Tengah.
“Saya beberapa hari lalu didatangi anggota DPR RI wilayah Papua Tengah. Mereka pertanyakan mengapa sebagian kampung di Papupa Tengah banyak yang belum ada listrik,” ujar Bahlil dalam sambutan pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) II DPD Golkar Provinsi Papua Tengah disalah satu hotel di Timika, Jumat 7 November 2025.
Merealisasikan pertanyaan anggota DPR RI ini, selama dua tahun anggaran yakni 2026 dan 2027 Bahlil akan mengalokasikan anggaran untuk memfokuskan pembangunan listrik di kampung-kampung yang belum ada penerangan sama sekali.
Kepada Soedeson Tandra, Anggota DPR RI Dapil Papua Tengah, Bahlil memerintahkan untuk berkoordinasi dengan para kepala daerah masing-masing kabupaten memasukan datanya untuk dianggarkan.
Ia menegaskan Golkar sistem kerjanya untuk mengurus rakyat.
“Setelah kita urus rakyat baru rakyat tahu apa yang mereka berikan kepada kita,” ujarnya.
Ia mengingatkan kepada kader Golkar hari ini ada yang berbicara a b c menghadapinya dengan tenang. Karena Golkar ini lahir dari tokoh-tokoh bangsa. Golkar merupakan partai terbuka dengan pemiliknya rakyat. Partai Golkar didirikan oleh Sekber terdiri dari 97 organisasi meliputi pemuda Intelejen Kristen, Muhammadyah, tokoh intelektual, tokoh TNI-Polri, pers, Ikatan Dokter, Ikatan Insiyiur, petani, nelayan dan lain-lain.
Ia menegaskan Partai Golkar ini tidak mempunyai pemilik sahamnya. Golkar milik semua warga negara dengan pemiliknya bangsa ini sendiri. Partai Golkar dilahirkan, dibentuk oleh pendiri bangsa dari jaman Soekarno, Soeharto dan tokoh-tokoh bangsa lainnya. Sehingga siapapun boleh menjadi Ketua Umum Partai Golkar selama memenuhi syarat.
“Golkar partai terbuka bukan tertutup. Partai Golkar tidak memecat anggota sembarangan tanpa dasar. Partai Golkar mempunyai aturan dan ruang dan Golkar dalam orientasinya karya kekaryaan. Bukan karena tidak suka main tebang-tebang saja,” ujar Bahlil.
Berkaitan dengan konsolidasi ini, Bahlil perintahkan semua kader bangun pendekatan dengan anak muda. Sebab jumlah pemilih Indonesia kedepan usia 17-50 tahun sekitar 73 persen.
“Jadi kalau Papua Tengah mau surviva harus turun konsolidasi dengan anak muda,” pesannya.
Ia juga mengingatkan kepada kader yang akan menjadi Ketua Golkar DPD Papua Tengah harus bekerja keras memperjuangkan perbanyak kursi DPRD dan Bupati Mimika 2029-2035 kedepan kader Golkar. **




































