Swasembada daging ayam segar ini sejurus dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran.

Mendukung MBG ini katanya, peternak harus mampu menyiapkan dan memproduksi daging ayam segar berkualitas baik dalam jumlah banyak.

“Berdasarkan berita bahwa mendukung MBG sehari butuh 700 kilo daging ayam segar. Ini peluang sangat baik bagi peternak. Maka kita harus siapkan fondasi organisasi ini secara baik,” katanya.

Terbentuknya asosiasi ini selain sebagai wadah atau payung hukum peternak, juga menjadi tempat berdiskusi bagaimana mengelola usaha ternak mulai dari persiapan membangun kandang, bibit, pakan, pelihara hingga pasca panen.

Ternak ayam broiler ini sudah menjadi potensi usaha sangat menjanjikan. Karena saat ini jumlah keseluruhan peternak ayam broiler sebanyak 100 orang namun yang aktif produksi sekitar 50 orang.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang sudah memberikan perhatian sangat baik bagi peternak selama ini. Selain memberikan edukasi dan motivasi juga menyalurkan bantuan bahan bangunan untuk kandang, bibit, pakan.

Kepada sesama pengurus dan anggota, ia berharap tetap membangun hubungan baik dengan pihak dinas serta tetap semangat memelihara untuk memproduksi daging ayam segar dan tetap menjaga kualitas supaya konsumen tidak kecewa.

Sekarang, peternak sebagai tulang punggung penyedia sumber protein daging ayam segar dalam menyukseskan program MBG.

“Kalau kita ingin lahirkan anak-anak generasi yang sehat, berkualitas dan cerdas harus makan yang segar. Salah satu contohnya daging ayam yang segar,” katanya.

Sementara Agustinus Mandang, Kabid Bina Usaha Disnak-Keswan Mimika menjelaskan, Pra Musda II ini dihadiri semua peternak ayam broiler Orang Asli Papua dan Nusantara untuk membahas materi draf AD/ART Asosiasi yang sudah dibentuk.

“Karena selama ini mereka berjalan tapi belum ada AD/ARTnya. Musda resminya akhir April 2025 nanti,” jelasnya. **