Bahas AD/ART, Peternak Ayam Broiler Lokal OAP-Nusantara Mimika Gelar Pra Musda Asosiasi Ke II
Timika,papuaglobalnews.com – Peternak ayam broiler (ayam pedaging-red) lokal Orang Asli Papua dan Nusantara Kabupaten Mimika melaksanakan Pra Musyawarah Daerah (Musda) Asosiasi ke II pada Senin 17 Maret 2015.
Musdat untuk membahas Anggara Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Asosiasi Peternak berlangsung di salah satu Cafe di Jalan Hasanuddin Timika.
Acara ini dibuka oleh Agustinus Mandang, Kepala Bidang Bina Usaha mewakili drh. Sabelina Fitriani, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Pra Musda Asosiasi II ini dengan tema ‘Kolaborasi dan Sinergi Antara Asosiasi Peternak OAP-Nusantara Mimika Sejahtera dan Pemerintah Daerah Dalam Mengembangkan Industri Peternak Ayam Broiler Lokal Timika’.
Samuel George Awom, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Broiler Lokal OAP-Nusantara Kabupaten Mimika periode 2025-2030 menjelaskan, pelaksanaan Pra Musda Asosiasi II ini lanjutan dari Pra Musda Asosiasi I pada 1 Maret 2025 lalu di salah satu tempat di SP3.
Dalam Pra Musda II ini membahas AD/ART Asosiasi Peternak Ayam Broiler AOA-Nusantara Kabupaten Mimika.
Tujuan Pra Musda Asosiasi I dan II mempersiapkan draf AD/ART untuk melengkapi legalitas organisasi asosiasi yang sudah ada. Karena secara yuridis akta pendiriannya sudah ada yang difasilitasi oleh Disnak-Keswan namun secara de faktonya harus mempunyai AD/ART.
“Dalam perjalanan organisasi kami ini ada AD/ART sehingga kami harus laksanakan Pra Musda pertama. Karena belum tuntas kami lanjut Pra Musda II. Puji Tuhan kami semua bisa selesaikan draf AD/ART kemarin,” jelas Samuel kepada media, Selasa 18 Maret 2025.
Samuel mengungkapkan dengan tuntaskan persiapan materi draf AD/ART sekarang tinggal menunggu pelaksanaan Musda yang sekaligus pelantikan badan pengurus inti organisasi.
Sesuai arahan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika pelaksanaan Musda yang dirangkai pelantikan dilaksanakan akhir April 2025 oleh Bupati Mimika Johannes Rettob.
Dalam acara Musda resmi dan pelantikan tersebut, Samuel berencana mengundang Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah untuk turut hadir menyaksikan sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi.
Menghadirkan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Samuel menargetkan dua tahun mendatang akan deklarasi pembentukan Asosiasi Peternak Ayam Broiler Provonsi Papua Tengah bertempat di Timika.
“Ini sesuai dengan arahan dan harapan Ibu Kadis melalui pa Agus. Bahwa tiga tahun kedepan Mimika harus menjadi kabupaten swasembada pangan daging ayam segar untuk Papua Tengah maupun Papua umumnya,” tuturnya.
Swasembada daging ayam segar ini sejurus dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran.
Mendukung MBG ini katanya, peternak harus mampu menyiapkan dan memproduksi daging ayam segar berkualitas baik dalam jumlah banyak.
“Berdasarkan berita bahwa mendukung MBG sehari butuh 700 kilo daging ayam segar. Ini peluang sangat baik bagi peternak. Maka kita harus siapkan fondasi organisasi ini secara baik,” katanya.
Terbentuknya asosiasi ini selain sebagai wadah atau payung hukum peternak, juga menjadi tempat berdiskusi bagaimana mengelola usaha ternak mulai dari persiapan membangun kandang, bibit, pakan, pelihara hingga pasca panen.
Ternak ayam broiler ini sudah menjadi potensi usaha sangat menjanjikan. Karena saat ini jumlah keseluruhan peternak ayam broiler sebanyak 100 orang namun yang aktif produksi sekitar 50 orang.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang sudah memberikan perhatian sangat baik bagi peternak selama ini. Selain memberikan edukasi dan motivasi juga menyalurkan bantuan bahan bangunan untuk kandang, bibit, pakan.
Kepada sesama pengurus dan anggota, ia berharap tetap membangun hubungan baik dengan pihak dinas serta tetap semangat memelihara untuk memproduksi daging ayam segar dan tetap menjaga kualitas supaya konsumen tidak kecewa.
Sekarang, peternak sebagai tulang punggung penyedia sumber protein daging ayam segar dalam menyukseskan program MBG.
“Kalau kita ingin lahirkan anak-anak generasi yang sehat, berkualitas dan cerdas harus makan yang segar. Salah satu contohnya daging ayam yang segar,” katanya.
Sementara Agustinus Mandang, Kabid Bina Usaha Disnak-Keswan Mimika menjelaskan, Pra Musda II ini dihadiri semua peternak ayam broiler Orang Asli Papua dan Nusantara untuk membahas materi draf AD/ART Asosiasi yang sudah dibentuk.
“Karena selama ini mereka berjalan tapi belum ada AD/ARTnya. Musda resminya akhir April 2025 nanti,” jelasnya. **



















