Ayo Pilah Sampah, 1.700 Lebih Warga Bergabung di Aplikasi Kios Sampah Mimika
Timika,papuaglobalnews.com – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengatasi persoalan sampah yang terus bertambah dan semakin mengkhawatirkan terus ditunjukkan melalui berbagai program dan inovasi.
Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui gencarnya sosialisasi kesadaran membuang sampah sesuai aturan yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah, tetapi juga melalui berbagai aksi bersih-bersih yang melibatkan masyarakat serta kolaborasi dengan PT Freeport Indonesia dalam menjaga dan merawat lingkungan agar tetap bersih dan sehat.
Selain itu, DLH juga menghadirkan inovasi baru berupa aplikasi Kios Sampah Mimika sebagai langkah terobosan dalam pengelolaan sampah yang lebih profesional dan memberikan manfaat ganda. Melalui program ini, masyarakat dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.
Aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store tersebut memudahkan masyarakat untuk menukar sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan di rumah. Sampah yang akan ditukarkan nantinya dapat dijemput langsung oleh petugas Kios Sampah Mimika.
Koordinator Lapangan (Korlap) Kios Sampah Mimika, Maxi Melyyan, menjelaskan bahwa sejak diluncurkan oleh Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, mewakili Bupati Mimika pada akhir tahun 2025 di Kios Sampah Kelurahan Inauga, Distrik Mimika Wania, program tersebut telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
“Meskipun baru efektif berjalan selama lima bulan, sejak Januari hingga Mei 2026, saat ini sudah lebih dari 1.700 warga Mimika memanfaatkan aplikasi Kios Sampah Mimika,” ujar Maxi kepada papuaglobalnews.com di sela-sela stand pameran pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman Eme Neme Yauware, Jumat 5 Juni 2026.
Ia mengatakan, melalui aplikasi tersebut masyarakat dapat dengan mudah menjual sampah yang telah dipilah sesuai jenisnya. Pengguna cukup mengunduh aplikasi, memilih menu penjemputan sampah, lalu petugas akan datang mengambil sampah tanpa masyarakat harus mengantarkannya sendiri ke kios.
“Di dalam aplikasi sudah tersedia berbagai kategori sampah beserta harga yang ditetapkan. Pengguna tinggal memilih jenis sampah yang akan ditukar, kemudian petugas siap menjemputnya,” jelasnya.
Jenis sampah yang dapat ditukarkan antara lain sampah plastik lunak maupun keras, seperti botol plastik, ember, gayung, jeriken, karung, gentong, dan fiber. Selain itu, tersedia juga kategori sampah kertas berupa karton serta sampah logam seperti besi, kaleng aluminium, dan logam lainnya.
Hasil penukaran sampah akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai kebutuhan pokok, seperti telur, mi instan, minyak goreng, gula, garam, sabun cuci, sabun mandi, beras dan kebutuhan lainnya.
Menurut Maxi, nilai penukaran paling rendah setara 3.500 poin yang dapat ditukar dengan satu bungkus mi instan, sedangkan nilai tertinggi dapat ditukar dengan beras lima kilogram.
Ia mengakui belum seluruh masyarakat Mimika memanfaatkan program tersebut. Namun, pihaknya optimistis jumlah pengguna akan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memilah dan menjual sampah melalui aplikasi.
Saat ini terdapat delapan Kios Sampah yang aktif beroperasi di kampung dan kelurahan, dengan masing-masing kios didukung oleh empat personel.
Delapan lokasi tersebut tersebar di Kelurahan Timika Jaya dan Kelurahan Kwamki Baru di Distrik Mimika Baru, Kelurahan Harapan di Distrik Kwamki Narama, Kelurahan Inauga, Kelurahan Sempan, Kelurahan Wonosari Jaya, Kelurahan Kamoro Jaya, serta Kampung Mandiri Jaya di Distrik Wania.
Adapun waktu pelayanan Kios Sampah Mimika berlangsung setiap hari kerja, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIT. **
















