Timika,papuaglobalnews.com – Untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, balita, dan lanjut usia (lansia) di wilayah Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika berjalan optimal, Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, melaksanakan rapat evaluasi pelayanan Posyandu bersama 55 ketua kader.

Rapat evaluasi tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Distrik Mimika Baru, Kamis, 29 Januari 2026.

Joel menjelaskan, dalam pertemuan itu pihaknya tidak hanya melakukan evaluasi seluruh kegiatan Posyandu selama tahun 2025, tetapi juga mendengarkan berbagai masukan dari para kader sebagai bahan perbaikan pelayanan di tahun 2026.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah adanya laporan meninggalnya seorang ibu hamil di wilayah Distrik Mimika Baru pada tahun 2025, berdasarkan data Ketua PKK Miru dan Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Distrik Mimika Baru. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa ibu hamil tersebut bukan merupakan warga Distrik Mimika Baru, melainkan pasien dari kabupaten tetangga yang datang ke Timika untuk berobat dan diduga terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Selain membahas upaya menekan angka kematian ibu dan anak, para kader Posyandu juga mengusulkan kenaikan honor bulanan dari sebelumnya Rp300.000 per orang menjadi Rp500.000 per orang.

Menanggapi usulan tersebut, Joel menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan persetujuan karena harus disampaikan terlebih dahulu kepada pimpinan yang lebih tinggi. Apabila disetujui, barulah kebijakan tersebut dapat diterapkan.

Joel menyebutkan saat ini jumlah kader per Posyandu lima orang tetapi ada yang lebih.

Usulan lainnya terkait mekanisme penyaluran bantuan makanan sehat dan bergizi. Para kader meminta agar bantuan dari para donatur yang disalurkan melalui Pemerintah Distrik Mimika Baru dapat langsung didistribusikan ke seluruh 55 Posyandu. Sementara itu, bantuan dari pemerintah distrik diharapkan dapat diberikan dalam bentuk uang tunai agar kader bisa membeli bahan makanan bergizi lain yang berbeda dari bantuan yang sudah diterima, sehingga menu makanan lebih bervariasi.

Selama ini, bantuan yang disalurkan umumnya berupa susu, telur ayam, dan kacang hijau.

Atas usulan tersebut, Joel kembali menegaskan belum dapat mengambil keputusan sebelum melakukan koordinasi dengan pimpinan daerah, terutama Inspektorat Mimika, guna memastikan apakah penggunaan anggaran dalam bentuk uang tunai diperbolehkan atau tidak.

“Kalau disetujui, tentu bisa dilaksanakan. Namun jika tidak, maka tetap dijalankan sesuai yang tertuang dalam DPA agar tidak menjadi temuan saat pemeriksaan,” jelas Joel kepada papuaglobalnews.com di ruang kerjanya, Jumat 30 Januari 2026.

Selain itu, para kader juga meminta dukungan pengadaan alat pemeriksaan kolesterol dan gula darah. Pasalnya, layanan Posyandu tidak hanya menyasar ibu hamil dan balita, tetapi juga pemeriksaan kesehatan lansia. Kebutuhan lain yang disampaikan adalah alat timbang badan, karena banyak timbangan yang sudah rusak. Bahkan terdapat 31 Posyandu yang saat ini hanya mengandalkan satu timbangan yang digunakan secara bergantian.

Menanggapi hal tersebut, Joel berencana mengajukan surat permohonan bantuan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk pengadaan alat kesehatan yang selanjutnya akan diserahkan kepada 55 Posyandu guna menunjang kelancaran pelayanan kesehatan masyarakat.

Joel menambahkan, sebagai pimpinan wilayah distrik yang membawahi 11 kelurahan dan dua kampung, dirinya memiliki perhatian besar terhadap kesehatan masyarakat. Meski secara tugas dan kewenangan urusan kesehatan berada pada Dinas Kesehatan, namun sebagai pimpinan wilayah ia merasa bertanggungjawab menjaga dan melindungi warganya.

Ia berharap, melalui rapat evaluasi tersebut, semangat dan motivasi kerja para kader Posyandu semakin solid dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Distrik Mimika Baru. **