ASN, Sopir Taksi, Tukang Ojek, Penjual Bakso dan Pedagang Kaki Lima Diingatkan Tinggalkan Wilayah Operasi TPNPB di Tolikara
Tolikara,papuaglobalnews.com – Pegawai Negeri Sipil (ASN), sopir, taksi, tukang ojek, penjual bakso, pedagang kaki lima maupun profesi lainnya non Papua yang disebut sebagai agen intelijen milier Indonesia diingatkan tinggalkan wilayah operasi TPNPB di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Peringatan itu disampaikan oleh Mayor Botak Wanimbo dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang ditulis Sebby Sambom, Jubir TPNPB pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Sebby menjelaskan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Mayor Botak Wanimbo bersama pasukannya dari medan perang di Tolikara bahwa secara resmi mengimbau kepada ASN dan warga imigran Indonesia untuk segera tinggalkan wilayah operasi mulai, Jumat, 2 Oktober 2026.
‘Hal ini perlu kami sampaikan sebelum operasi dilakukan karena jika kedapatan saat operasi kami siap tembak mati. Terlebih khususnya bagi mereka yang berprofesi sebagai sopir taksi, tukang ojek, tukang bakso dan pedagang kaki lima lainnya untuk segera kembali ke kampung halamannya di Jawa, Sulawesi, Manado, Makassar dan lainnya di luar Tanah Papua,” tulis Sebby.
Sebby menyampaikan TPNPB secara resmi menolak pendudukan ilegal Indonesia dan warga negaranya di atas Tanah Papua. Oleh sebab itu, seluruh warga imigran Indonesia yang berkulit putih dan berambut lurus agar segera tinggalkan wilayah operasi TPNPB di Tolikara. Dan juga disampaikan kepada orang-orang Papua yang mencari uang atas namakan TPNPB agar segera berhenti.
Selain itu lanjut Sebby, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga kembali menegaskan kepada pemerintah kolonialisme Indonesia agar segera menggevakuasi seluruh warga negaranya dari wilayah teritorial West Papua demi keamanan dan keselamatan warga negara Indonesia yang didatangkan dari Jawa, Sulawesi, Manado, Makassar dan daerah lainnya diluar Tanah Papua yang sedang mencari makan di wilayah operasi TPNPB.
“Kami juga mengimbau kepada saudara saudari kita dari NTT, NTB dan Maluku yang berada di atas Tanah Papua untuk kembali ke kampung halamananya masing-masing sebelum menjadi korban dalam operasi TPNPB di seluruh Tanah Papua, karena dengan tegas kami menolak sistem pemerintahan kolonialisme Indonesia di atas Tanah Papua. Maka pihak-pihak yang terlibat mendukung pemerintah Indonesia dari sistem pemerintahannya kami siap tembak mati di tempat. Hal ini tidak lagi dikompromi oleh siapapun dalam medan perang di Papua,” tulis Sebby. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




















