Timika,papuaglobalnews.com – Sedang duduk santai menikmati minum kopi hangat setelah ibadah keluarga di kompleks 3 Kampung Jileale Kelurahan Matoa Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, empat orang warga diserang menggunakan anak panah pada Jumat 9 Oktober 2026 sekitar pukul 19.00 WIT. Atas kejadian secara tiba-tiba itu mengagetkan keluarga.

Iptu Yusak Sawaki, Kapolsek Kwamki Narama mengatakan keempat korban saat ini sedang menjalani perawatan medis di RSMM Caritas.

Yusak menerangkan berdasarkan keterangan saksi dan juga korban berinisial AY sebelum kejadian, mereka sedang melaksanakan ibadah keluarga. Setelah ibadah, mereka duduk minum kopi di depan rumah, dan tiba-tiba ada sekitar lima orang datang dari arah bawah jembatan menyerang mereka dengan panah.

Ia menyebutkan korban pertama LW (48) mengalami luka panah pada tulang belakang. Korban kedua, NK mengalami luka pada bagian dada kanan. Korban ketiga, PW (44) mengalami luka pada bahu kiri dan tulang belakang. Korban keempat, AY (56) mengalami luka pada paha kiri. Sedangkan luka pada lutut kiri akibat terjatuh saat lari menyelamatkan diri.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi dan juga korban AY bahwa peristiwa itu terjadi ketika lagi duduk minum kopi di depan rumah setelah ibadah keluarga. Tiba-tiba ada sekitar lima orang datang dari arah bawah jembatan menyerang mereka dengan panah.

Sementara menurut keterangan saksi MK (19), dirinya melihat sekelompok orang yang tak dikenal datang dari arah TPU SP 3 langsung melepaskan panah ke arah masyarakat yang sedang meminum kopi.

Masyarakat yang ada di rumah ibadah tersebut langsung lari berhamburan masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan diri.

“Pada saat masyarakat berlari selamatkan diri itulah, empat orang korban ini terkana anak panah,” jelasnya.

Atas peristiwa tersebut, Iptu Yusak menegaskan, Polres Mimika akan melakukan kegiatan patroli memperketat gangguan dari kelompok perang terhadap masyarakat di Distrik Kwamki Narama, mulai dari ujung Kampung Landu Mekar sampai ke Jileale, Kampung Tunas Matoa.

Patroli gabungan tersebut melibatkan Polsek Kuala Kencana, Polsek Kwamki Narama serta Pos Sekat.

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.