Bupati Mimika Ajak GPDP Ambil Peran Aktif dalam Pembangunan Daerah
Staf Ahli Bupati Mimika Petrus Pali Ambaa foto bersama setelah membuka Sidang Klasis GPDP Klasis Mimika Ke-6 Tahun 2026 mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob, Jumat 19 Juni 2026. (Foto – Anton Juma Songa/papuaglobalnews.com).
Timika,papuaglobalnews.com – Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak Gereja Pentakosta Di Papua (GPDP) Klasis Mimika untuk terus mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelayanan keagamaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat hingga pembinaan generasi muda.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Ambaa saat membuka Sidang Klasis GPDP Klasis Mimika Ke-6 Tahun 2026 di Timika, Jumat 19 Juni 2026.
Bupati Johannes Rettob menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran GPDP yang selama ini terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang beriman, bermoral dan berdaya saing.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Gereja Pentakosta Di Papua, khususnya GPDP Klasis Mimika, yang terus berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan umat yang beriman, bermoral dan berdaya saing,” katanya.
Menurutnya, Sidang Klasis merupakan forum gerejawi yang sangat penting dan strategis karena menjadi wadah untuk melakukan evaluasi pelayanan, merumuskan arah kebijakan pelayanan ke depan, memperkuat tata kelola organisasi, sekaligus memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet pelayanan gereja.
Bupati menilai tema Sidang Klasis GPDP Mimika Ke-6 Tahun 2026, yakni “Mewujudkan Gereja yang Tangguh, Profesional, dan Relevan dalam Mendukung Pembangunan, Kerohanian dan Pemberdayaan Masyarakat di Tanah Papua” sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini.
Menurutnya, gereja tidak hanya dipanggil untuk melayani kebutuhan rohani umat, tetapi juga harus hadir sebagai agen transformasi sosial yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan karakter dan moral bangsa.
“Gereja harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang ada,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya subtema sidang yang menekankan penguatan persatuan, peningkatan kualitas pelayanan, tata kelola gereja yang profesional serta dukungan terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Tanah Papua.

















