Timika,papuaglobalnews.com – Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB) menyerahkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan 100 anak Kamoro yang tinggal di Asrama Putra Solus Populi, Jalan Ahmad Yani, Jumat 13 Februari 2026.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolik oleh Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO), Gregorius Okoare, didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB) Thomas Too, Sekretaris DPA Komisi III LEMASKO John Mamiri, serta Pembina Asrama Sr. Agnita Degei, SRM.

Adapun bantuan yang diserahkan secara simbolis berupa kasur spring bed, alat pel, sapu, buku tulis, bolpoin, piring makan, dan kelambu. Sementara bantuan pakaian seragam sekolah dan sepatu akan diserahkan menyusul dalam waktu dekat.

Gregorius Okoare mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk memenuhi janji yang disampaikannya saat berkunjung ke asrama pada tahun 2025 lalu. Ia menegaskan komitmen lembaga adat untuk terus memperhatikan kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak Kamoro.

Dalam arahannya di hadapan para penghuni asrama dan pembina, Gregorius menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan asrama. Ia mengingatkan agar sampah dibuang pada tempatnya demi menjaga kesehatan bersama.

Ia juga berpesan agar bantuan kasur yang diberikan dapat dirawat dengan baik sehingga bisa digunakan dalam jangka panjang untuk menunjang kenyamanan istirahat anak-anak sepulang sekolah dan pada malam hari.

“Kalian harus rajin sekolah. Hanya melalui pendidikan, masa depan bisa berubah menjadi lebih baik. Kita harus menjadi tuan di atas tanah sendiri, bukan menjadi penonton,” tegasnya.

Menurut Gregorius, kunjungan tersebut selain menyerahkan bantuan juga untuk meng-update perkembangan anak-anak Kamoro yang tinggal di asrama. Bantuan yang diberikan merupakan bagian dari komitmen lembaga adat yang bermitra melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama YPKB.

Ia berharap melalui dukungan perlengkapan tersebut, anak-anak dapat hidup lebih sehat dan nyaman selama menempuh pendidikan.

“Orang hidup dalam kondisi sehat dan bersih, pikirannya akan lebih terbuka,” ujarnya.

Gregorius menambahkan, YPKB diharapkan menjadi motor penggerak dalam menampung anak-anak Kamoro dari wilayah Nakai hingga Waripi dan Potowaiburu, khususnya jenjang SMP dan SMA, agar dapat bersekolah dengan baik di Timika.