Nabire,papuaglobalnews.com – Ruas jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer di wilayah Wanggar Pantai, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, putus total lebih dari satu bulan terakhir atau sejak Januari 2026.

Akses jalan beraspal tersebut terputus akibat runtuhnya badan jalan setelah tebing terkikis derasnya aliran sungai dengan volume air tinggi saat hujan lebat yang terjadi sebelum pergantian tahun. Kondisi tersebut mengakibatkan bantaran sungai semakin melebar dan mendekati permukiman warga.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat. Warga takut jika tidak segera ditangani, pelebaran sungai akan semakin parah dan suatu waktu aliran air dapat menghantam perkampungan Wanggar Pantai.

Merespons kondisi tersebut, Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobay, didampingi warga Wanggar, turun langsung meninjau lokasi jalan putus pada 30 Januari 2026 lalu.

John menjelaskan, runtuhnya badan jalan disebabkan oleh pelebaran sungai akibat meningkatnya volume dan kecepatan aliran air selama musim hujan sebelum Januari 2026. Kondisi tersebut memicu erosi atau pengikisan tebing sungai secara intensif.

“Tanah di bantaran sungai menjadi jenuh air sehingga mudah longsor ke badan sungai. Akibatnya, jalur sungai berubah dan melebar, hingga menggerus badan jalan,” jelas John kepada papuaglobalnews.com, Rabu 4 Februari 2026.

John dalam rilisnya menjelaskan, dalam kunjungan tersebut, dirinya menerima berbagai keluhan masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Nabire segera melakukan pengerukan dan normalisasi sungai agar aliran air kembali ke jalur semula.