Juni 2025 Timika Mengalami Inflasi 3,16 Persen, Berikut Data Lengkap yang Disajikan BPS
Timika,papuaglobalnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika Papua Tengah merilis pada Juni 2025 Timika terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,16 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,40.
Demikian disampaikan Ouceu Satyadipura, S.ST., GradDipl.PSt., MAPS, Kepala BPS Mimika dalam rilisnya kepada papuaglobalnews.com, Selasa 1 Juli 2025.
Berikut data perkembangan indek harga konsumen pada Juni 2025 yang infup BPS Mimika.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,93 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,63 persen; kelompok kesehatan sebesar 7,08 persen; kelompok transportasi sebesar 1,61 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,20 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 6,67 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,16 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,56 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,31 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,29 persen. Tingkat deflasi month to month (m-to-m) Timika Juni 2025 sebesar 0,01 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,69 persen.
Ia menjelaskan adapun Indeks Harga Konsumen/Inflasi menurut kelompok perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Mimika, pada Juni 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,16 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,96 pada Juni 2024 menjadi 112,40 pada Juni 2025. Tingkat deflasi m-to-m sebesar 0,01 persen. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,69 persen.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,93 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,63 persen; kelompok kesehatan sebesar 7,08 persen; kelompok transportasi sebesar 1,61 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,20 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 6,67 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,16 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,56 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,31 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,29 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juni 2025, antara lain: daging babi, emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), minyak goreng, tarif laboratorium, nasi dengan lauk, gula pasir, tauge/kecambah, tahu mentah, donat, Sigaret Kretek Tangan (SKT), pisang, angkutan udara, Sigaret Putih Mesin (SPM), tempe, mobil, ketela pohon, ikan mumar, tarif rumah sakit, dan semangka. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y antara lain: cabai rawit, beras, terong, telur ayam ras, ikan cakalang/ikan sisik, buncis, bensin, cabai merah, ikan mujair, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, ikan bawal, telepon seluler, kol putih/kubis, labu siam/jipang, celana pendek pria, tomat, bawang merah, pepaya, dan obat penurun panas.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: bawang putih, bawang merah, cabai rawit, ikan bawal, wortel, ketimun, daun bawang, kangkung, bensin, kol putih/kubis, minyak goreng, dan ikan kakap merah. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Juni 2025, antara lain: angkutan udara, terong, emas perhiasan, beras, udang basah, tomat, gula pasir, tauge/kecambah, labu siam/jipang, jeruk nipis/limau, tempe, tahu mentah, obat dengan resep, dan buku tulis bergaris.
Pada Juni 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,72 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok transportasi sebesar 0,15 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,25 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,80 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi/deflasi y-on-y.
Makanan, Minuman, dan Tembakau
Kelompok ini pada Juni 2025 Timika mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,93 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 112,33 pada Juni 2024 menjadi 116,75 pada Juni 2025. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok rokok dan tembakau sebesar 7,92 persen dan terendah yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 1,84 persen. Subkelompok minuman beralkohol tidak mengalami perubahan.
Kelompok ini pada Juni 2025 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 1,72 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y yaitu: daging babi sebesar 1,17 persen; Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,21 persen; minyak goreng sebesar 0,19 persen; gula pasir dan tauge/kecambah masing-masing sebesar 0,08 persen; tahu mentah, donat, Sigaret Kretek Tangan (SKT), dan pisang masing-masing sebesar 0,07 persen; Sigaret Putih Mesin (SPM) dan tempe masing-masing sebesar 0,05 persen; ketela pohon, ikan mumar, semangka, kopi bubuk, daging sapi, dan kue basah masing-masing sebesar 0,04 persen; serta jeruk, kacang panjang, dan biskuit masing-masing sebesar 0,03 persen.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y yaitu: cabai rawit sebesar 0,23 persen; beras sebesar 0,12 persen; terong sebesar 0,10 persen; telur ayam ras sebesar 0,09 persen; ikan cakalang/ikan sisik sebesar 0,07 persen; buncis sebesar 0,06 persen; cabai merah sebesar 0,05 persen; ikan mujair sebesar 0,04 persen; bawang putih dan ikan bawal masing-masing sebesar 0,03 persen; kol putih/kubis, labu siam/jipang, dan tomat masing-masing sebesar 0,02 persen; serta bawang merah, pepaya, susu bubuk untuk bayi, susu bubuk, kentang, telur ayam kampung, dan ikan asin teri masing-masing sebesar 0,01 persen.
Kelompok ini pada Juni 2025 memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m sebesar 0,19 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu: bawang putih sebesar 0,11 persen; bawang merah sebesar 0,09 persen; cabai rawit sebesar 0,05 persen; ikan bawal sebesar 0,03 persen; wortel, ketimun, daun bawang, dan kangkung masing-masing sebesar 0,02 persen; kol putih/kubis, minyak goreng, dan ikan kakap merah masing-masing sebesar 0,01 persen.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu: terong sebesar 0,06 persen; beras sebesar 0,04 persen; udang basah sebesar 0,03 persen; serta tomat, gula pasir, tauge/kecambah, labu siam/jipang, jeruk nipis/limau, tempe, dan tahu mentah masing-masing sebesar 0,01 persen.
Pakaian dan Alas Kaki
Kelompok ini pada Juni 2025 di Timika mengalami deflasi y-on-y sebesar 0,56 persen atau terjadi penurunan indeks dari 101,10 pada Juni 2024 menjadi 100,53 pada Juni 2025. Subkelompok pada kelompok ini yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu subkelompok pakaian sebesar 0,76 persen dan subkelompok yang mengalami inflasi yaitu alas kaki sebesar 0,06 persen.
Kelompok ini pada Juni 2025 memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y sebesar 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: celana pendek pria sebesar 0,02 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2025 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi/deflasi m-to-m.
Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga
Kelompok ini pada Juni 2025 di Timika mengalami deflasi y-on-y sebesar 0,15 persen atau terjadi penurunan indeks dari 104,45 pada Juni 2024 menjadi 104,29 pada Juni 2025. Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,58 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y, yaitu subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan sebesar 1,37 persen.
Sementara subkelompok sewa dan kontrak rumah tangga tidak mengalami perubahan. Kelompok ini pada Juni 2025 memberikan andil/sumbangan terhadap deflasi y-on-y sebesar 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kayu balokan sebesar 0,02 persen.
Sementara kelompok ini pada Juni 2025 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi/deflasi m-to-m. 1.4. Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga Kelompok ini pada Juni 2025 Timika mengalami inflasi y-on-y sebesar 0,63 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,82 pada Juni 2024 menjadi 107,49 pada Juni 2025. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok furnitur, perlengkapan dan karpet sebesar 4,99 persen dan terendah yaitu subkelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum sebesar 0,26 persen.
Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu sebkelompok tekstil rumah tangga sebesar 1,61 persen. Sementara subkelompok peralatan dan perlengkapan perumahan dan kebun tidak mengalami perubahan. Kelompok ini pada Juni 2025 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,02 persen. Komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kasur, pembersih lantai, dan Air Conditioner (AC) masing-masing sebesar 0,01 persen.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: sabun detergen bubuk sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok ini pada Juni 2025 tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi/deflasi m-to-m.
Kesehatan
Kelompok ini pada Juni 2025 Timika mengalami inflasi y-on-y sebesar 7,08 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 101,42 pada Juni 101,42 2024 menjadi 108,60 pada Juni 2025. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi yaitu subkelompok jasa kesehatan lainnya sebesar 30,74 persen dan terendah yaitu subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 1,58 persen.
Kelompok ini pada Juni 2025 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,27 persen. Komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: tarif laboratorium sebesar 0,18 persen; tarif rumah sakit sebesar 0,04 persen; tarif dokter spesialis dan obat dengan resep masing-masing sebesar 0,02 persen; serta tarif dokter umum dan obat gosok masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: obat penurun panas dan obat batuk masing-masing sebesar 0,01 persen.

















