105 Warga Mimika Dilatih Menjadi Calon Wirausaha Baru di Tiga Bidang Industri Kecil
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VII, Arjuna Zakir, SE., MM, dalam sambutan mengungkapkan kehadiran Kementerian Perindustrian di Timika menjadi bukti pembangunan industri harus menjangkau seluruh daerah dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kita ingin masyarakat Papua Tengah tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku usaha, pencipta produk, pencipta lapangan kerja, dan penggerak ekonomi daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan bagian dari upaya strategis untuk mencetak wirausaha baru, memperkuat industri kecil, meningkatkan keterampilan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan tiga jenis pelatihan yang dinilai praktis dan memiliki peluang usaha, yakni olahan kue, service AC, serta percetakan kain atau sablon.
Pelatihan olahan kue diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah bahan pangan menjadi produk berkualitas dan memiliki nilai jual.
Sementara pelatihan service AC memberikan keterampilan teknis yang dapat dikembangkan menjadi usaha jasa mandiri. Sedangkan pelatihan percetakan kain atau sablon dapat membuka peluang usaha kreatif untuk menghasilkan kaos, pakaian komunitas, merchandise, dan berbagai produk lainnya.
Arjuna berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar, bertanya, berdiskusi, serta membangun jaringan.
“Jangan hanya pulang membawa sertifikat. Pulanglah membawa keterampilan, pengalaman, jaringan, dan keberanian untuk memulai usaha,” tegasnya.
Ia mengatakan Papua Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar dan potensi tersebut harus dikelola menjadi kegiatan ekonomi yang produktif serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita ingin dari kegiatan ini lahir pelaku usaha baru yang mampu membuat produk berkualitas, memberikan pelayanan yang baik, memanfaatkan teknologi, menggunakan pemasaran digital, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia juga mendorong agar para peserta tidak berjalan sendiri, tetapi membangun kerja sama dan jaringan usaha.
Pelaku usaha olahan kue, katanya dapat membangun pasar melalui perkantoran, hotel, rumah makan, komunitas, dan masyarakat.
Pelaku service AC dapat mengembangkan jasa melalui rumah tangga, perkantoran, pelaku usaha, dan berbagai fasilitas publik.
Sedangkan pelaku usaha sablon dapat mengembangkan pasar melalui sekolah, organisasi, komunitas, pemerintah, dunia usaha, serta pemasaran digital.
“Dengan demikian, kita tidak hanya menciptakan wirausaha baru, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang saling mendukung,” ujarnya.
Sebagai Anggota Komisi VII DPR RI, Arjuna menyatakan akan terus mendorong sinergi antara DPR RI, Kementerian Perindustrian, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat agar program pengembangan industri kecil dapat terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi Papua Tengah.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang dapat dilanjutkan dengan pendampingan, pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, pemasaran, serta perluasan akses pasar.
“Kita ingin semakin banyak wirausaha baru lahir dari Papua Tengah, tumbuh dari potensi Papua Tengah, membuka lapangan kerja bagi masyarakat, dan membawa produk serta jasa Papua Tengah dikenal di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Arjuna juga mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk memulai langkah baru.
“Mulai dari keterampilan, berkembang menjadi usaha, dan usaha berkembang menjadi sumber kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang mandiri, kreatif, produktif, tangguh, dan mampu menjadi penggerak ekonomi Papua Tengah.
Staf Ahli Bupati Mimika, Petrus Pali Ambaa, menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Komisi VII yang hadir di Kabupaten Mimika sekaligus memberikan perhatian kepada para pelaku usaha kecil yang ada di Mimika.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha karena tidak hanya mencakup satu komoditi, tetapi tiga jenis bidang usaha yang diharapkan dapat terus dikembangkan oleh para peserta.
Ia mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pelaku usaha kecil di Kabupaten Mimika.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha karena tadi sudah dijelaskan bahwa tidak hanya satu komoditi, tetapi ada tiga jenis kegiatan usaha yang nantinya diharapkan bisa diteruskan oleh para pelaku usaha ini. Sehingga di Kabupaten Mimika juga nantinya bertumbuh para pelaku usaha kecil,” katanya.
Petrus juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian yang telah hadir di Kabupaten Mimika untuk melaksanakan program pengembangan industri kecil.
Sementara Ketua Pemuda Ikatan Kerukunan Flobamora (IKF) Kabupaten Mimka Jamaludin Lagadoni menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Kementerian Perindustian dan Anggota DPRI Komisi VII Arjuna Zakir yang telah menyelenggarakan pelatihan ini dalam meningkatkan skiil calon pelaku usaha baru di tiga bidang yakni pengolahan kue, sablon baju dan service AC melibakan semua pihak tanpa perbedaan latar belakang.
“Meskipun saya berasal dari Flores NTT, saya sadar bahwa ilmu, peluang dan kemajuan itu bukan milik satu kelompok atau satu daerah saja. Peserta ini datang dari berbagai latar belakang, suku, dan asal daerah. Ada yang dari Flores, Papua, Maluku, Sulawesi dan daerah lainnya,” katanya.
Menurutnya melalui kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan tidak mengenal batas wilayah. Ilmu dan peluang harus dibagikan seluas-luasnya.
Ia berharap melalui kerja keras dan koneksi yang baik bisa membuka pintu bagi banyak orang dalam memulai usaha.
“Saya ingin semua saudara yang ada di sini dari mana pun asalnya mendapat kesempatan yang sama untuk maju. Kita berjuang bersama, kita belajar bersama, dan kita bangkit bersama. Karena kebaikan yang dibagi, akan tumbuh menjadi kebaikan yang jauh lebih besar,” jelasnya. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.





















