Timika,papuaglobalnews.com – Masyarakat Kampung Fanamo dan Kampung Omawita, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah melakukan aksi saling serang pada Minggu 4 Oktober 2026 sekitar pukul 22.00 WIT. Peristiwa ini berawal diduga dipicu oleh perselisihan antar siswa SMP Negeri Omauga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut awalnya terjadi antar pelajar SMP. Namun sudah diupayakan pertemuan penyelesaian secara kekeluargaan dalam meredam terhadap perselisihan tersebut melalui pertemuan bersama para guru SMP.

Namun, pada Minggu malam, situasi kembali memanas berkembang menjadi aksi saling serang antara masyarakat Kampung Fanamo dan Kampung Omawita.

Akibat kemarahan warga setempat meluapkan emosi dengan merusak sejumlah fasilitas SMP Negeri Omauga seperti kaca jendela dan pintu pagar sekolah.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo A. Rumbiak melalui Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena saat dikonfirmasi Senin 5 Oktober 2026, membenarkan adanya aksi saling serang pada Minggu malam tersebut.

“Benar, namun untuk motifnya kami belum tahu, dan sekarang kami lagi persiapan ke lokasi kejadian,” pungkasnya.

Sementara Levina Kondologi, Kabid SMP Dinas Pendidikan yang dikonfirmasi papuaglobalnews.com melalui pesan whatsappnya untuk menanyak peristiwa tersebut sekitar pukul 17.05 WIT baru merespons sekitar pukul 20.54 WIT menjelaskan, bahwa dirinya tadi siang sudah mendapat informasi dari Kepsek SMP untuk menyampaikan kejadian di sana. Juga melaporkan kalau pihak distrik sudah menfasilitasi dengan pihak keamanan ke Manasari untuk kejadian ini. Namun Kepsek tidak menjelaskan penyebabnya apa.

“Slmt malam pa, sy tadi siang di chat oleh Kepsek, menyampaikan kejadian di sana, jg melaporkan klu pihak distrik sdh memfailitasi pihak keamanan ke Manasari utk kejadian ini, tdk disampaikan penyebabnya apa, seperti itu,” tulis Levina.

Sementara Kepala SMP N Omauga yang diketahui bernama Joumina saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp sekitar ukul 21.46 WIT belum memberikan respons. Sementara saat dihubungi melalui kontak biasa masuk nomornya berdering tetapi juga tidak merespons. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.