TPNPB Kodap XXVII Yambi Klaim Bertanggungjawab Penembakan Aparat dan Agen Intelijen Militer Indonesia di Tolikara
Tolikara,papuaglobalnews.com – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui siaran pers pada Senin, 17 Agustus 2026, menyampaikan klaim bertanggungjawab atas penembakan terhadap seorang aparat dan agen intelijen militer pemerintah Indonesia di Kompleks Pertamina Lama, Kabupaten Tolikara yang terjadi pada Minggu 16 Agustus 2026 sekitar pukul 19.25 WIT.
Dalam siaran pers tersebut disebutkan, penembakan terjadi terhadap Aryo Saputra hingga mengalami luka tembak pada bagian betis kiri.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyebut laporan tersebut diterima dari PIS TPNPB Kabupaten Tolikara pada Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut laporan yang disampaikan PIS TPNPB, Aryo Saputra disebut sebagai agen intelijen militer Indonesia yang sering terlibat bersama aparat militer Indonesia di Tolikara dan kerap mencari informasi mengenai keberadaan pasukan TPNPB.
Atas alasan tersebut, dalam siaran pers dinyatakan bahwa Aryo Saputra menjadi target dalam penyerangan tersebut. TPNPB Kodap XXVII Yambi juga menyatakan siap bertanggungjawab atas penembakan tersebut.
PIS TPNPB juga melaporkan bahwa korban langsung diamankan oleh rekan-rekannya ke Pos Kout Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY Tolikara.
“Evakuasi korban dipimpin langsung oleh Lettu Inf Imam Eko Santoso bersama 10 rekannya, korban dari pihak TNI,” demikian disebutkan dalam siaran pers tersebut.
Dalam pernyataannya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyampaikan peringatan keras kepada warga imigran Indonesia dan orang Papua yang disebut terlibat aktif bersama aparat militer Indonesia.
TPNPB menyatakan mereka siap melakukan tindakan eksekusi terhadap pihak yang dianggap terlibat aktif bersama aparat militer Indonesia. TPNPB juga menyatakan siap bertanggung jawab atas penembakan yang dilakukan terhadap mereka.
Selain itu, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau warga imigran Indonesia untuk meninggalkan wilayah-wilayah konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua agar tidak menjadi korban penembakan dan penyerangan yang dilakukan oleh TPNPB.
Dalam siaran pers itu turut dicantumkan sejumlah nama sebagai penanggungjawab nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM, yakni Jenderal Goliath Tabuni selaku Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Letnan Jenderal Melkisedek Awom selaku Wakil Panglima TPNPB-OPM, Mayor Jenderal Terianus Satto selaku Kepala Staf Umum TPNPB-OPM, serta Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.
Hingga berita ini dipublis belum mendapat pernyataan resmi dari aparat TNI. **




















