TK-PAUD Merah Putih Nawaripi Kembalikan 19 Anak Didik kepada Orangtua, Norman Minta Disdik Dukung Dana Operasional
Timika,papuaglobalnews.com – TK – PAUD Merah Putih Kampung Nawaripi Distrik Wania, Kabupaten Mimika mengembalikan 19 anak didiknya kepada orangtua untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Pelepasan anak-anak tersebut dikemas dalam acara penamatan berlangsung di sekolah itu, Jumat 12 Juni 2026.
Kepala Sekolah TK-PAUD Merah Putih Nawaripi, Ludfina Ranya, dalam sambutan menjelaskan bahwa pelepasan anak didik tahun ini merupakan angkatan ke-6 sejak sekolah tersebut berdiri.
Sebagai pengelola sekolah, Ludfina menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, yang telah membangun gedung sekolah menggunakan Dana Desa (DD), sekaligus memberikan dukungan terhadap biaya operasional sekolah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orangtua yang telah mempercayakan anak-anak mereka untuk dididik di TK – PAUD Merah Putih.
Ia bersyukur karena acara pelepasan mendapat dukungan penuh dari orangtua sehingga dapat berlangsung dengan baik.
Ludfina menyebutkan, para lulusan TK Merah Putih melanjutkan pendidikan ke sejumlah sekolah dasar di wilayah Nawaripi maupun di luar wilayah tersebut, seperti SD Tiga Raja, SDI Koperapoka, SDI SP I dan SDI SP IV.
“Untuk tahun ini kami harapkan orangtua dapat menyekolahkan anak mereka di SDI Nawaripi. Atas nama para guru, saya mengucapkan terima kasih kepada orangtua yang telah menyukseskan acara ini,” ujar Ludfina.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kampung Nawaripi yang selama ini mendukung penuh operasional dan keberlangsungan sekolah sejak tahun pertama hingga saat ini.
Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah berjuang mendidik anak-anak sejak awal masuk hingga pelepasan.
“Meski dalam keterbatasan, tetapi ibu-ibu guru tetap semangat mengelola sekolah ini hingga menamatkan siswa-siswi pada angkatan keenam ini,” kata Norman.
Menurut Norman, semangat para guru sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kampung Nawaripi yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Nawaripi sebagai prioritas.
“Semangat ini menjadi bukti bahwa ibu-ibu guru mulai menjawab pentingnya pendidikan dalam mempersiapkan SDM bagi Nawaripi ke depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Norman juga menyampaikan terima kasih kepada para orangtua murid yang telah mempercayakan anak-anak mereka untuk dididik, dibina, dan dibentuk di sekolah tersebut.
Ia mengaku bangga karena sekolah yang dibangun menggunakan Dana Desa tersebut membebaskan seluruh biaya pendidikan bagi siswa-siswi.
Namun demikian, Norman mengakui pada tahun ini pemerintah kampung menghadapi keterbatasan anggaran akibat menurunnya alokasi Dana Desa.
“Jujur kami berharap ada dukungan dari Dinas Pendidikan. Setidaknya Dinas Pendidikan dapat segera merespons permintaan Kampung Nawaripi terkait pengelolaan sekolah ini,” harap Norman.
Ia mengakui dengan semakin kecilnya dana desa, pemerintah kampung sudah tidak lagi mampu menanggung seluruh pembiayaan operasional sekolah.
“Kami berharap operasional sekolah ini dapat dibantu oleh Dinas Pendidikan. Kami juga memohon kepada Bupati agar dapat mempertimbangkan tambahan Alokasi Dana Desa (ADD),” katanya.
Norman menjelaskan, Pemerintah Kampung Nawaripi setiap tahun menghabiskan sekitar Rp1,5 miliar untuk membayar gaji pegawai.
“Kami tahun ini memang susah dengan anggaran yang sedikit. Karena itu diharapkan OPD teknis dapat membantu kami menangani pendidikan TK- PAUD ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Norman menyebutkan bahwa TK-PAUD Merah Putih saat ini telah memiliki fasilitas gedung permanen yang seluruhnya dibangun menggunakan Dana Desa.
Sementara untuk fasilitas permainan anak, menurutnya akan mendapat bantuan dari Bunda PAUD Kabupaten Mimika, Ny. Suzi Herawaty Rettob.
“Permainan yang dijanjikan Bunda PAUD sudah ada, tinggal dikirim dan didorong ke Nawaripi saja,” tutupnya. **

















