Tim Promosi dan Kesehata Dinkes Mimika, Kepala Kampung Nawaripi Nobertus Ditubun foto bersama peserta setelah sosialisasi PHBS di Kampung Nawaripi, Jumat 19 Juni 2026. (Foto – Istimewa).

 

Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika berikan Seminar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi rumah tangga di Halaman Pustu Nawaripi, Distrik Wania, Jumat 19 Jumat 2026.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Mimika, yakni Yohanis Marani dan Agustina Paulina Gayatri. Seminar tersebut merupakan bagian dari kampanye PHBS bagi keluarga dan rumah tangga di tingkat kelurahan maupun kampung.

Penanggungjawab Promkes Dinas Kesehatan Mimika, Ariance Aruan, mengatakan kampanye PHBS harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan rumah tangga sebelum diterapkan secara luas di masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini awalnya direncanakan dilaksanakan di hotel. Namun karena jumlah peserta akan terbatas, pihaknya memilih menyelenggarakannya langsung di kampung agar lebih banyak elemen masyarakat dapat terlibat.

“Peserta yang hadir terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh adat, pemuda, aparat kampung, RT, kader posyandu, kader malaria, PKK, dan petugas lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tujuan pelaksanaan seminar di kampung agar para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan Dinas Kesehatan dalam menyampaikan informasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Menurut Ariance, kampanye PHBS sangat penting mengingat masih tingginya angka sejumlah penyakit di Mimika, termasuk malaria. Bahkan Distrik Wania menjadi salah satu wilayah penyumbang kasus malaria terbesar di Kabupaten Mimika.

“Setelah seminar ini akan ada kesepakatan tindak lanjut yang disepakati bersama antara Dinas Kesehatan dan peserta sebagai upaya penerapan PHBS di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kampung Nawaripi Nobertus Ditubun yang turut mengikuti kegiatan tersebut menyatakan dukungannya terhadap program kampanye PHBS di wilayahnya.

Menurutnya, hidup bersih dan sehat sangat penting sehingga perlu terus diedukasi agar masyarakat memahami bagaimana menerapkan pola hidup sehat dan bersih dalam kehidupan sehari-hari.

“Kampanye ini harus diikuti dengan praktik yang dilakukan secara terus-menerus supaya masyarakat ikut dan sadar. Misalnya kampanye cuci tangan yang disampaikan berulang-ulang akan membuat masyarakat dan keluarga semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh tokoh dan warga yang mengikuti seminar agar meneruskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Yang hadir di sini ada tokoh perempuan, PKK, kader malaria, kader posyandu dan aparat kampung. Mereka harus meneruskan informasi ini kepada warga masing-masing,” pesannya.

Dalam materinya, Yohanis menjelaskan bahwa PHBS sangat penting karena banyak penyakit yang mengintai masyarakat akibat kurangnya penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat, baik orang tua, anak muda maupun anak-anak berhak menikmati hidup yang sehat sehingga edukasi PHBS perlu terus dilakukan.

Ia menambahkan beberapa penyakit di Kabupaten Mimika masih tergolong tinggi dan hal tersebut erat kaitannya dengan perilaku serta gaya hidup masyarakat.

“Malaria, tuberkulosis (TB), dan demam berdarah memiliki hubungan yang erat dengan perilaku hidup masyarakat. Karena itu, bapak dan ibu yang merupakan tokoh di Nawaripi setelah kegiatan ini diharapkan dapat meneruskan informasi kepada keluarga, tetangga dan orang-orang terdekat agar mulai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puskesmas Wania, Ketua PKK Kampung Nawaripi, para kepala dusun, serta ketua RT setempat. **