Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Mimika.

“Kita bersyukur dan bergembira atas pelaksanaan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Kegembiraan ini kita wujudkan melalui takbir keliling yang luar biasa, karena tidak hanya diikuti umat Muslim, tetapi juga semua umat beragama di Mimika,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang sebelumnya dirayakan umat Hindu dengan pawai ogoh-ogoh dan turut diikuti lintas agama.

John menilai hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa Mimika adalah daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.

“Ini menunjukkan Mimika adalah kabupaten yang harmonis. Kebersamaan ini harus terus kita jaga dan rawat,”  pesannya.

Pada momen tersebut, Bupati John mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, termasuk dalam agenda keagamaan berikutnya yang tinggal seminggu akan melaksanakan pawai menyambut perayaan Paskah umat Kristiani dengan melibatkan partisipasi lintas umat beragama.

Menutup sambutannya, Johannes Rettob berpesan kepada seluruh peserta takbir keliling agar menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Saya mengimbau kepada seluruh peserta untuk tetap menjaga keselamatan, keamanan, dan mengendalikan emosi dalam merayakan kegembiraan ini. Mari kita sambut Idul Fitri dengan penuh kedamaian,” pesannya.

Kegiatan malam takbiran ini akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret 2026 besok pagi di berbagai titik di Kabupaten Mimika, termasuk di pelataran Graha Eme Neme Yauware mulai pukul 07.00 WIT. **