Timika,papuaglobalnews.com – Masalah stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Mimika. Untuk memperkuat upaya percepatan penurunan stunting, PASTI-Papua melaksanakan kegiatan asesmen kapasitas organisasi menggunakan alat penilaian tata kelola dan fungsi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di salah satu hotel di Timika, Kamis 1 9 Februari 2026.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Mimika Johana Arwam.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai stakeholder yang memiliki kepedulian terhadap penanganan stunting dan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau.

Bupati Mimika dalam sambutannya yang dibacakan Fransiskus Bokeyau ditegaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kecerdasan, kesehatan jangka panjang, serta produktivitas generasi masa depan. Karena itu, upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen memperkuat percepatan penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi, yakni penyelarasan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif yang melibatkan seluruh sektor terkait.

Dalam konteks tersebut, peran TPPS dinilai sangat strategis sebagai penggerak koordinasi, perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program di semua tingkatan.

“Asesmen kapasitas organisasi yang kita laksanakan hari ini merupakan langkah penting dan strategis. Ini bukan untuk mencari kekurangan semata, tetapi untuk menilai sejauh mana tata kelola dan fungsi TPPS telah berjalan efektif,” ujar Fransiskus.

Ia menjelaskan, asesmen ini juga bertujuan mengidentifikasi kekuatan, tantangan, serta area yang perlu diperbaiki, sekaligus menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut yang lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Seluruh peserta diharapkan mengikuti proses asesmen secara terbuka, jujur, dan konstruktif. Hasil asesmen nantinya diharapkan menjadi alat pembelajaran bersama untuk memperkuat kinerja TPPS, meningkatkan kualitas koordinasi lintas sektor, serta memastikan intervensi percepatan penurunan stunting benar-benar menjangkau keluarga dan anak-anak yang paling membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak dapat dicapai oleh satu sektor saja. Diperlukan komitmen bersama, kerja kolaboratif, serta kepemimpinan yang kuat di setiap level.

Pemerintah Kabupaten Mimika menaruh harapan besar agar TPPS mampu menjadi motor penggerak perubahan, memastikan program berjalan efektif, dan membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan asesmen ini diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola dan kinerja TPPS dalam mewujudkan Mimika yang lebih sehat, lebih sejahtera, dan bebas stunting.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika angka stunting di Mimika, Papua Tengah, mengalami penurunan signifikan dikisaran 9-11 persen dari sekitar 25 ribu anak yang berada dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi fokus intervensi pemerintah daerah. Secara persentase, angka stunting di Mimika saat ini tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional 19,8 persen. **