Ribuan Umat Katolik Paroki Sempan Timika Rayakan Jumat Agung, RP. Bruri : Yesus Dibiarkan Sendiri Tanpa Ada Orang yang Membela
Menghadapi tindakan keji ini, jelas RP. Bruri, Yesus tidak pernah membalas bahkan dendam, sebab Ia amat mencintai umat-Nya.
Sebagai orang beriman, RP. Bruri mengajak semua umat patut mengucapkan terima kasih kepada Yesus atas pengorbanan-Nya yang sangat luar biasa. Yesus mengubah salib dari simbol kekejaman menjadi lambang cinta. Karena dari atas salib, Ia tetap mencintai manusia.
“Kita bangga dengan salib bukan karena kengerian salib, melainkan cinta-Nya yang luar biasa kepada kita,” ujar RP. Bruri.
Menurutnya, dari sikap Yesus ini umat beriman diajak untuk memandang orang lain di sekitar-kita sebagai sesama.
“Kadang-kadang kata-kata dan cibiran kita menyakitkan sesama kita. Atau malah membuat orang lain susah untuk berkembang. Tetapi Sabda Yesus tetap sama, cintailah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,” katanya.
Sabda ini lanjut RP. Bruri, Yesus menghayatinya hingga mati di kayu salib tanpa menaruh dendam dan benci kepada siapapun.
Ia mengajak semua umat selalu memohon dan berdoa mengingat akan salib putra-Nya, agar tidak mudah menyalibkan orang lain dengan kata-kata dan tindakan. Juga bersyukur kepada Tuhan, karena dengan salib-Nya, Ia menyelamatkan semua umat manusia dari dosa. **

























