Ramadan 1447 H Kesempatan Emas untuk Perkuat Tenun Kebangsaan
Pertama, sikap saling menghormati (tasamuh). Umat Muslim menjalankan ibadah dengan penuh ketenangan, sementara warga lainnya memberikan ruang serta penghormatan guna menciptakan suasana lingkungan yang sejuk dan harmonis.
Kedua, solidaritas tanpa batas. Semangat berbagi melalui takjil gratis, santunan, maupun bakti sosial menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadan melampaui sekat-sekat identitas. Ramadan mengajarkan bahwa kepedulian sosial adalah jembatan persaudaraan.
Ketiga, menjaga lisan di ruang digital. Di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi, masyarakat diajak untuk menahan diri dari menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun narasi yang memecah belah. Menjaga etika bermedia sosial adalah bagian dari menjaga kesucian Ramadan itu sendiri.
Menjaga harmoni sejatinya merupakan bagian dari ibadah. Dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan dan saling memaafkan, kita menyambut Ramadan 1447 H sebagai bulan pemersatu yang meneguhkan nilai persaudaraan, memperkuat kebangsaan, dan menghadirkan kedamaian bagi semua.
Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi Mimika dan bagi Indonesia tercinta. **


























