Ramadan 1447 H Kesempatan Emas untuk Perkuat Tenun Kebangsaan
Oleh: Abdul Syakir, S.Pd.I (Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika)
MENYAMBUT kehadiran bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama kembali menjadi perhatian utama. Ramadan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum transformasi spiritual bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi perekat harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ramadan adalah bulan penuh ampunan sekaligus momentum mempererat silaturahmi. Dalam menyongsong bulan suci ini, pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan menjadi sangat krusial. Ramadan menghadirkan ruang pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan, empati, kesabaran, pengendalian diri, serta kepedulian sosial yang dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ramadan 1447 H juga menjadi kesempatan emas untuk memperkuat tenun kebangsaan. Toleransi bukan sekadar memberi ruang kepada orang lain untuk beribadah, tetapi juga membangun sikap saling menghormati, saling memahami, dan berbagi kasih sayang tanpa memandang perbedaan suku, agama maupun golongan.
Untuk menjaga kekhusyukan dan kedamaian selama bulan suci, terdapat tiga aspek penting yang perlu dikedepankan.


























