Perkuat Layanan GERMAS Lintas Sektor, Dinkes Mimika Rakor Penyusunan Draf SK Bupati
Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) membahas penyusunan draf awal Surat Keputusan (SK) Bupati, pembagian peran lintas sektor dan tindak lanjut penyempurnaan draf dalam penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di salah satu hotel di Timika, Rabu 7 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung sehari tersebut dibuka Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau. Rakor dihadiri Plt. Kepala Dinkes Mimika Marselino Mameyao, dengan narasumber Linus Dumatubun yang juga menjabat Kabid P2 Dinkes Mimika.
Peserta Rakor terdiri dari kepala-kepala Puskesmas se-Kabupaten Mimika, Satpol PP, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTHP) Mimika, perwakilan distrik, Dinas Pemuda dan Olahraga, lurah serta TP PKK dan Dinas Pendidikan.
Ketua panitia, Nelly Pangaribuan, dalam laporan menyampaikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan gerakan nasional yang menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai bagian penting dalam pembangunan kesehatan.
Pelaksanaan GERMAS, kata Nelly, memerlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah, perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, satuan pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, media, serta masyarakat agar perilaku hidup sehat dapat dibudayakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Nelly juga melaporkan Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat, antara lain malaria, tuberkulosis, stunting, penyakit tidak menular, masalah kesehatan lingkungan, rendahnya aktivitas fisik, pola konsumsi yang belum sehat, serta berbagai perilaku berisiko lainnya.
“Tantangan tersebut memerlukan penanganan bersama melalui koordinasi, pembagian peran, dan komitmen lintas sektor yang jelas,” ujarnya.
Hal tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang mengamanatkan langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing melalui peningkatan aktivitas fisik dan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, serta peningkatan edukasi hidup sehat.
Di tingkat daerah, penguatan kebijakan diperlukan untuk memperjelas arah pelaksanaan, mekanisme koordinasi, serta tanggung jawab masing-masing sektor.
Sementara itu, Fransiskus Bokeyau saat menyampaikan sambutan Bupati Mimika mengatakan pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah secara keseluruhan.
“Masyarakat yang sehat merupakan salah satu modal utama dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Mimika yang maju, mandiri dan sejahtera,” katanya.
Ia mengatakan, melalui Rakor tersebut diharapkan dapat dibangun mekanisme pelaksanaan, pemantauan dan pelaporan GERMAS di Mimika.
“Saya berharap melalui rapat ini dapat diperoleh masukan dan kesepakatan yang konkret terhadap substansi draf SK, termasuk pembagian peran lintas sektor dan rencana tindak lanjut penyempurnaan dokumen sebelum memasuki tahapan finalisasi dan harmonisasi,” ujarnya.
Fransiskus meminta seluruh peserta mengikuti pembahasan dengan sungguh-sungguh dan memberikan kontribusi sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.
“Jangan sampai GERMAS hanya menjadi sebuah kebijakan di atas kertas, tetapi harus benar-benar diterjemahkan dalam program dan kegiatan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, komitmen bersama menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan GERMAS. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan diajak membangun komitmen serta kerja sama secara lintas sektor.
“GERMAS merupakan upaya penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar membudayakan perilaku hidup sehat. Pelaksanaannya tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan dan komitmen seluruh perangkat daerah serta pemangku kepentingan secara lintas sektor,” jelasnya.
Fransiskus menambahkan, Kabupaten Mimika masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat, baik penyakit menular maupun tidak menular, masalah gizi dan stunting, kesehatan lingkungan, rendahnya aktivitas fisik, pola konsumsi yang belum sehat, serta berbagai perilaku berisiko lainnya.
“Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang terintegrasi, terarah dan berkelanjutan,” katanya.
Pembahasan draf SK Bupati tentang GERMAS memiliki arti penting sebagai dasar dalam memperkuat koordinasi serta menentukan peran dan tanggung jawab masing-masing perangkat daerah. **
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer
Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.





