Timika,papuaglobalnews.com – Pemuda Kabupaten Mimika memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan pembangunan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendorong generasi muda  mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin sekaligus penggerak dalam pembangunan daerah bukan menjadi penonton.

Penegasan ini disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan yang dibacakan Ananias Faot, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dalam membuka Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026 yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di salah satu hotel di Timika, Senin 5 Oktober 2026.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, 5-7 Oktober 2026.

Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat pembangunan dan penonton tetapi harus berani mengambil peran sebagai pelaku pembangunan.

Dikatakan, sosok pemimpin muda yang dibutuhkan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter, integritas, disiplin, rasa tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi serta keberanian mengambil keputusan secara bijaksana.

Ia berharap lewat pelatihan tersebut menjadi ruang bagi para peserta belajar meningkatkan kemampuan kepemimpinan, dalam mengelola organisasi, membangun kerja sama, menyelesaikan persoalan serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat dan daerah.

Bupati mengakui dalam mencetak pemimpin muda tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan dan dunia usaha dan masyarakat.

Sementara Alberthin Timang, Ketua panitia yang juga Sekretaris Dispora Mimika menyampaikan kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan di Mimika.

Yakni organisasi Cipayung, KNPI, Karang Taruna, Aliansi Pemuda Ambon, Aliansi Pemuda Kamoro dan sejumlah organisasi kepemudaan lainnya.

Ia menyampaikan dalam pelatihan ini peserta mendapatkan materi dari narasumber Kementerian Pemuda dan Olahraga RI serta diisi sesi diskusi dan tanya jawab. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.