Pelaksanaan Retret Ratusan Anak Kamoro dari Lima Kampung Resmi Ditutup
Thomas meyakini bahwa melalui pendalaman rohani, anak-anak dapat semakin dekat dengan Tuhan sekaligus belajar menyesuaikan diri ketika kelak harus melanjutkan pendidikan di kota lain yang jauh dari keluarga.
“Dengan pembinaan ini mereka tidak merasa kaku atau takut ketika harus tinggal di kos atau asrama saat melanjutkan studi,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris YPKB Mimika, Rafael Taorekeyau mengatakan kegiatan pendalaman rohani bagi anak-anak Kamoro dari lima kampung ini telah menjadi program tahunan yayasan.
Ia berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat memiliki karakter yang baik sebagai dasar kehidupan beriman, baik bagi yang beragama Katolik maupun Kristen Protestan.
Rafael juga mengungkapkan hingga saat ini YPKB terus meminta dukungan dari Keuskupan Timika melalui Rumah Retret Loresa untuk ikut berperan dalam mendidik, melatih, serta membentuk karakter dan kepribadian anak-anak Kamoro melalui pendalaman iman sesuai ajaran Gereja Katolik.
Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK) ini meyakini setiap manusia memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda. Namun jika dibentuk dan diarahkan dengan baik, akan lahir pribadi-pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan emosional, tetapi juga memiliki kehidupan spiritual yang kuat.
“Ini menjadi salah satu misi YPKB dalam menyiapkan masa depan generasi Kamoro dari lima kampung untuk mencapai visi besar yayasan ke depan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta retret dibagi berdasarkan kelompok usia selama tiga hari. Hari pertama diikuti anak-anak kelas 1 hingga VI SD dari Kampung Koperapoka dan Tipuka. Hari kedua diikuti anak-anak SD dari Kampung Nawaripi dan Ayuka. Sedangkan hari ketiga gabungan diikuti pelajar tingkat SMP, SMA-SMK hingga mahasiswa dari kelima kampung tersebut. **














































