Timika,papuaglobalnews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan para pemangku kepentingan menggelar kegiatan Mikroplanning Percepatan Eliminasi Malaria Tahun 2026 pada 3-4 Juni 2026 di Aula Politeknik Amamapare, Timika lalu.

Kegiatan yang diikuti 44 peserta terdiri dari Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, 10 puskesmas di wilayah perkotaan, PERDHAKI, dan UNICEF ini bertujuan meningkatkan kualitas perencanaan program pengendalian malaria melalui penyusunan mikroplanning yang berbasis data dan kebutuhan lokal.

Kabupaten Mimika hingga saat ini masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus malaria tertinggi di Indonesia. Data menunjukkan pada tahun 2023 terdapat 145.742 kasus malaria, meningkat menjadi 161.398 kasus pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 182.980 kasus pada tahun 2025.

Peningkatan jumlah kasus tersebut sejalan dengan meningkatnya cakupan pemeriksaan malaria yang dilakukan. Pada tahun 2025, Kabupaten Mimika mencatat jumlah pemeriksaan malaria tertinggi dengan 1.236.192 pemeriksaan dari target nasional sekitar 2 juta pemeriksaan.

Dalam gambaran umum kegiatan disebutkan bahwa Indonesia terus menunjukkan kemajuan menuju target eliminasi malaria tahun 2030. Pada tahun 2021, sebanyak 374 dari 541 kabupaten/kota telah memperoleh status eliminasi malaria. Namun, Papua Tengah masih menjadi penyumbang kasus malaria terbesar secara nasional dengan lebih dari 205 ribu kasus yang dilaporkan.

Melalui kegiatan mikroplanning ini, para peserta melakukan identifikasi situasi dan permasalahan malaria di wilayah kerja masing-masing, menyusun rencana kegiatan berbasis data, meningkatkan kapasitas tim daerah dalam penyusunan perencanaan, serta memastikan keselarasan program daerah dengan kebijakan nasional.

Berbagai upaya pengendalian malaria yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan antara lain pemeriksaan darah melalui layanan drive thru, kunjungan rumah, survei kontak serumah, serta pengendalian vektor melalui penggunaan larvasida dan pelaksanaan Indoor Residual Spraying (IRS).

Kegiatan selama dua hari tersebut diisi dengan pemaparan materi, diskusi kelompok, analisis data wilayah, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Materi yang dibahas meliputi cakupan program malaria tingkat provinsi dan kabupaten, pengendalian vektor, alur permintaan logistik, hingga pembahasan aplikasi Electronic Data Analysis Tool (EDAT) oleh pengelola malaria dari masing-masing puskesmas.

Adapun sasaran utama kegiatan ini adalah pengelola program malaria dari 10 puskesmas di wilayah perkotaan Mimika, yakni Puskesmas Pasar Sentral, Timika, Wania, Timika Jaya, Karang Senang, Limau Asri, Bhintuka, Mapurujaya, Ayuka, dan Kwamki Narama.

Melalui penyusunan dokumen mikroplanning, peta wilayah risiko malaria, rencana operasional pengendalian malaria, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, diharapkan pelaksanaan program pengendalian malaria di Mimika dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Kegiatan ini dibiayai melalui Dana Global Fund (GF) ATM Komponen Malaria Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 dan diharapkan mampu menghasilkan perencanaan operasional yang jelas guna mendukung percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Mimika. **