Petrus Pali Ambaa, Kepala Disperindag Mimika menjelaskan, operasi pasar minyak tanah murah ini menyasar 10 masjid dalam kota, satu titik di wilayah Pura SP4 dan satu titik di wilayah Mimika Timur

Operasi pasar murah Pertamina bekerjasama dengan para agen minyak tanah total keseluruhan 55 ribu kiloliter dengan pembagian masing-masing titik 5000 liter.
Setiap Kepala Keluarga (KK) diberikan jatah 20 liter namun dalam pembagian masih tersisa dapat dijual kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

“Mereka beli untuk kebutuhan rumah tanggah menjelang hari raya idul fitri. Bukan untuk menjual kembali cari untung,” kata Petrus, Kamis 20 Maret 2025.

Minyak tanah murah ini sesuai kesepakatan Pertamina dengan agen dijual Rp4 ribu perliter dari Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan Rp5.000.

Dalam operasi pasar ini Disperindag bertugas hanya mengawasi di lapangan agar pendistribusian tepat sasaran.

Pendistribusian minyak tanah murah ini lebih difokuskan masyarakat muslim yang ada di kota. **