Mengenal Asal Usul Tahun Baru Imlek
SELAMAT kepada seluruh etnis China di seluruh dunia, termasuk di Timika yang tengah bersuka cita merayakan Imlek 2577 dengan shio Kuda Api pada hari ini Selasa 17 Februari 2026.
Imlek berakar pada kehidupan agraris masyarakat Tiongkok kuno. Catatan awalnya muncul pada masa Dinasti Shang, sekitar 1600-1046 SM. Saat itu perayaan ini menjadi ungkapan syukur karena musim dingin telah berlalu dan memasuki musim tanam baru.
Asal usul Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14 SM.
Mitologi Tionghoa menceritakan asal usulnya kembali ke pertempuran melawan monster yang disebut Nian yang berarti “tahun” dalam bahasa China.
Nian akan tiba pada hari pertama tahun baru untuk meneror penduduk desa. Tetapi penduduk desa menemukan bahwa Nian takut dengan suara keras, cahaya terang, dan warna merah. Dengan dasar itu, setiap tahun baru, penduduk desa akan menggantung lentera merah untuk menakut-nakuti Nian dan menyalakan petasan, sehingga Nian sudah tidak pernah terlihat lagi.
Menentukan Shio
Dalam memahami Tahun Kuda Api tidak seperti kalender Gregorian, kalender Tionghoa tidak dimulai pada tanggal 1 Januari. Kalender ini mengikuti kalender lunisolar tradisional berdasarkan fase bulan.
Setiap Tahun Baru Imlek jatuh antara 21 Januari dan 20 Februari, biasanya pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin. Ini berarti ketika kita mengatakan “2026 adalah tahun kuda,” itu hanya berlaku untuk Tahun Baru Imlek saat ini.
Shio hewan berulang setiap 12 tahun tetapi sistem tradisional berulang setiap 60 tahun.
Akibatnya, setiap tahun menggabungkan salah satu dari 12 hewan dengan salah satu dari 10 elemen (versi Yin dan Yang dari Logam, Air, Kayu, Api, dan Bumi). Diperlukan 60 tahun agar kombinasi tersebut berulang.



















