Timika,papuaglobalnews.com – Konferensi Sinode IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Papua Tengah yang dipusatkan di Gedung Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah di Mayon, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika Papua Tengah mulai dilaksanakan pada Selasa-Sabtu, 13-17 Oktober 2026. Peserta yang bakal hadir pada pembukaan dan penutupan diperkirakan 5000 Jemaat GKII. Dalam menyukseskan agenda besar keagamaan ini panitia kini terus mematangkan persiapannya.

Thomas Tabuni, S.IP, Ketua Panitia Konferensi Sinode IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Papua Tengah mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Mimika yang sudah berpartisipasi memberikan dukungan secara langsung dalam menciptakan situasi kondusif di Timika sebagai tempat pelaksanaan konferensi hingga selesai.

“Kami sangat harapkan kegiatan bisa berjalan aman dan terkendali. Kami himbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang berdomisili di Mimika untuk jaga keamanan. Gereja bagian dari hidup, terutama kami dari GKII maupun dedominasi gereja lainnya di tanah Papua lebih khusus di Timika,” ujar Thomas kepada papuaglobalnews.com di Timika, Rabu 7 Oktober 2026.

Ia menyebutkan dalam konferensi ini pesertanya dari 28 klasis akan mengutus masing-masing 10 orang, sehingga totalnya 280 orang. Dari jumlah tersebut  terdapat 168 orang yang memiliki hak suara untuk mengikuti konferensi selama tiga hari dalam pemilihan Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah hingga pembahasan program kerja bersama ketua dan badan pengurus baru untuk lima tahun kedepan.

Ke 28 klasis yang akan mengutus pesertanya mengikuti konferensi terdiri atas 12 klasis dari Kabupaten Intan Jaya, 12 klasis dari Kabupaten Puncak, empat klasis dari Kabupaten Mimika, dan satu klasis dari Kabupaten Puncak Jaya.

Thomas menyebutkan dalam kegiatan pembukaan akan dihadiri pimpinan Persekutuan Gereja Gereja Indonesia (PGI), Dirjen Binmas Kristen Kementerian Agama RI, Koordinator Regional Asia Pasifik (AWF APAC Regional Coordinator) Rev. Ken Graham. Ia akan menjadi pembicara utama dalam konferensi ini. Selain itu, Pdt. Husain Shaz Diman, Ketua Umum Pengurus GKII Pusat bersama pengurusnya, Bupati  Intan Jaya, Bupati Puncak, Bupati Mimika dan  Gubernur Provinsi Papua Tengah, serta Forkompinda. Kehadiran Forkompinda Papua Tengah maupun Mimika menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari acara keagamaan ini.

Karena gereja tidak dapat berjalan sendiri dalam pelayanan tanpa pemerintah, sebaliknya pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa gereja. Keduanya saling mendukung dan melengkapi sebagai wujud nyata kesinambungan dalam pelayanan yang tidak dapat dipisahkan.

Thomas yang juga Ketua DPRK Puncak ini sangat mengharapkan dukungan penuh dari pimpinan daerah yakni bupati, gubernur dan unsur Forkompinda lainnya agar konferensi ini dapat berjalan sukses menjadi salah satu ukuran suksesnya pemerintah di wilayah ini.

Sementara Pdt. Hans Wakerkwa, Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua Tengah menambahkan peserta yang bakal hadir dalam konferensi diperkirakan hampir 300-400 lebih. Sementara pada pembukaan dan penutupan diperkirakan jemaat yang hadir kurang lebih 5000 orang.

Pdt. Hans juga sependapat dengan ketua panitia meminta semua pihak turut ambil bagian menjaga situasi Kota Timika tetap aman dan damai sehingga tamu-tamu yang datang dari kabupaten tetangga, Jakarta maupun luar negeri merasa diterima, aman, betah tanpa ada rasa ketakutan.

Ia juga meminta kepada aparat kepolisian untuk terus menjaga Kamtibmas dengan menurunkan kekuatan penuh menempati setiap pos keamanan di titik-titik yang dianggap rawan berpeluang punya potensi konflik agar tidak terjadi. Titik-titik rawan itu misalnya di Kwamki Narama, SP2, Kuala Kencana SP3, SP12, SP13 dan sekitarnya  termasuk di lokasi kegiatan konferensi.

Ini semua, kata Pdt. Hans agar warga utusan Jemaat GKII yang datang dari Kabupaten Puncak, Intan Jaya selama berada di Timika lebih merasa damai.

Pdt. Hans mengungkapkan konferensi ini menjadi momentum sangat penting memilih pemimpin baru Ketua Sinode GKII Wilayah II Papua tengah sekaligus menyusun program kerja yang akan dijalankan selama lima tahun kedepan.

Dalam menyukseskan kegiatan, Pdt. Hans meminta dukungan doa dari semua lapisan masyarakat di Papua Tengah tanpa terkecuali agar selain situasinya kondusif, acaranya berlangsung sukses dan keberhasilannya menjadi milik seluruh masyarakat Papua Tengah.

Ia menyebutkan saat ini peserta konferensi dari Sinak sudah tiba di Timika sementara peserta lain akan menyusul hingga sebelum hari pelaksanaan. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.