Timika,papuaglobalnews.com – Pemerintah Distrik Wania bersama Puskesmas Wania, Malaria Control (Malkon) PTFI, dan Babinter TNI AU membahas kelanjutan program bersih-bersih kampung, khususnya di Kampung Nawaripi. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Kepala Distrik Wania, Selasa 24 Februari 2026.

Staf Malkon PTFI, Fani, menjelaskan pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas surat pemberitahuan terkait peningkatan kasus malaria di RT 4 Kampung Nawaripi. Karena itu, kegiatan Jumat Bersih pekan ini akan difokuskan di wilayah tersebut.

“Kami datang meminta dukungan dari Ibu Kepala Distrik agar kegiatan Jumat Bersih bisa dilaksanakan secara rutin di Nawaripi, terutama di RT 4. Wilayah ini masih dalam kewenangan Distrik Wania, sehingga kami berharap ada penguatan agar program ini berjalan baik ke depan,” ujar Fani di hadapan Plt. Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun.

Ia menjelaskan, sebelumnya kegiatan serupa difokuskan di RT 1 dan RT 2, dengan hasil yang cukup baik mampu menekan angka kasus malaria. Namun, karena terjadi peningkatan kasus di RT 4, maka sasaran kegiatan dialihkan ke wilayah tersebut.

Hal senada disampaikan Siti, staf Malkon lainnya. Ia menuturkan, pembersihan lingkungan terbukti efektif membantu mengurangi potensi penyebaran malaria.

“Jumat nanti fokus pelayanan kebersihan di RT 4. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita bisa mengantisipasi pertumbuhan dan penyebaran malaria,” jelasnya.

Sementara itu, Natalis Edoway mengusulkan agar kegiatan Jumat Bersih di RT 4 dilaksanakan dua kali dalam sebulan, dengan harapan kasus malaria yang tengah meningkat dapat ditekan secara bertahap.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan perilaku hidup masyarakat, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuang botol atau kaleng bekas ke dalam parit karena dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk serta menyumbat aliran air.

“Wadah-wadah penampung air harus dikubur. Sampah juga harus dibuang di tempat yang telah ditentukan pemerintah,” tegasnya.

Plt. Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, menjelaskan program kebersihan setiap Jumat telah memiliki dasar regulasi melalui program Clean Friday yang dicanangkan Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada 2025 lalu.

“Setiap Jumat wajib bersih-bersih, meskipun hari libur atau ada kegiatan lain. Program ini harus tetap berjalan di kampung dan kelurahan dengan melibatkan RT, RW, dusun, dan seluruh warga,” ujarnya.

Merlyn mengakui tantangan terbesar saat ini adalah mengedukasi dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Cara paling efektif adalah pemerintah turun langsung membersihkan lingkungan, lalu dilanjutkan dengan penyuluhan tentang kebersihan dan malaria,” katanya.

Ia menambahkan, dalam program “gunting malaria” setiap Jumat, pegawai distrik turun langsung membersihkan lingkungan. Di Kelurahan Wonosarijaya, misalnya, warga bersama aparat turun ke parit mengangkat sampah untuk dikumpulkan dan dibuang ke tempat yang telah disiapkan.

Merlyn berharap pola tersebut dapat diikuti seluruh kampung dan kelurahan, disertai edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

“Kalau diusulkan dua kali sebulan, silakan atur harinya agar masyarakat ada di tempat. Yang paling penting adalah komitmen untuk rutin setiap Jumat. Jangan sekali jalan lalu minggu berikutnya berhenti. Kalau begitu, bagaimana masyarakat mau percaya pemerintah?” tegasnya.

Ia mengimbau kepala kampung dan lurah bersama staf, ketua RT, RW, dan kepala dusun untuk aktif menggerakkan warga dalam aksi bersih-bersih.

“Saya yakin kalau ini rutin dilakukan, lama-lama masyarakat akan percaya dan ikut menjaga kebersihan rumah serta lingkungan mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Sersan Kepala Kasimirus Anitu selaku Babinter TNI AU Lanud Yohanis Kapiyau menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program pemerintah maupun pihak swasta yang peduli terhadap kesehatan masyarakat. **