Fakfak,papuaglobalnews.com – Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-132 Gereja Katolik di Kabupaten Fakfak yang akan berlangsung pada 22–23 Mei 2026, panitia pelaksana terus mematangkan berbagai persiapan, termasuk menyelesaikan pembangunan jembatan bambu sepanjang 650 meter yang membelah kawasan hutan bakau  menuju Pulau Bonyum sebagai lokasi kegiatan.

Ketua Panitia HUT ke 132 Gereja Katolik Fakfak, Fredy Warpopor, dalam rilisnya kepada papuaglobalnews.com, Rabu 8 April 2026, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjadwalkan kembali kerja bakti untuk tahap finishing jembatan bambu tersebut.

“Pada hari Jumat dan Sabtu, seluruh paroki dan stasi dibagi untuk turun kerja bakti. Fokusnya pada pembabatan dan finishing jembatan bambu yang dibangun dari Kampung Amrian Bronggendit menuju Pulau Bonyum,” ujar Fredy.

Ia menambahkan, penyelesaian jembatan menjadi prioritas karena pada pekan berikutnya panitia akan mulai menyiapkan seluruh fasilitas perayaan di Pulau Bonyum sebagai lokasi utama kegiatan.

Dalam proses pembangunan jembatan, panitia juga mendapat dukungan dari aparat TNI. Babinsa setempat bersama sejumlah personel Kodim 1803 Fakfak turut membantu pengerjaan di lapangan.

Fredy mengungkapkan, pada Rabu 8 April 2026, Komandan Korem 182/Jazira Onim Fakfak bersama Komandan Kodim 1803 Fakfak melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan jembatan.

“Kunjungan ini untuk memastikan progres pekerjaan. Selain itu, Danrem juga memberikan dukungan kepada panitia berupa bantuan sembako dan bahan semen yang akan digunakan untuk pembuatan tangga akses ke jembatan,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil rapat koordinasi panitia yang digelar secara daring pada Selasa 7 April 2026, disepakati sejumlah hal teknis terkait pelaksanaan kegiatan.

Panitia menetapkan peserta yang akan mengikuti perayaan wajib mendaftar melalui koordinator wilayah masing-masing, tanpa pembatasan jumlah peserta. Setiap peserta nantinya melakukan registrasi atau absensi di pintu masuk Pulau Bonyum.

Untuk transportasi, panitia hanya menanggung mobilisasi lokal selama kegiatan di Fakfak, sementara peserta dari luar daerah menanggung biaya perjalanan masing-masing. Jadwal transportasi laut dan udara dari Timika dan Sorong akan diinformasikan lebih lanjut setelah koordinasi dengan pihak maskapai dan PT Pelni.

Di bidang akomodasi, panitia menyediakan tempat transit di Sorong. Sedangkan di Fakfak, peserta akan tinggal di rumah umat (living in), sementara untuk uskup, pastor, suster, dan pejabat daerah akan difasilitasi di pastoran, susteran atau penginapan terdekat.

Konsumsi selama kegiatan akan ditanggung oleh panitia bersama masyarakat lokal, namun peserta diimbau tetap membawa bekal secukupnya sebagai antisipasi.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan seminar, diskusi, dan bedah buku pada 18-20 Mei 2026. Pada 21 Mei akan digelar kegiatan budaya bersama masyarakat adat Mbaham Matta.

Puncak perayaan berlangsung pada 22-23 Mei 2026, diawali dengan napak tilas dari Kampung Sekru menuju Pulau Bonyum sambil mengarak patung Bunda Maria, serta peresmian Gua Bunda Maria di pulau tersebut.

Pelaksanaan misa akan mengusung konsep inkulturasi budaya, di mana umat dari berbagai suku dan etnis dianjurkan mengenakan busana adat masing-masing.

Untuk mendukung pembiayaan kegiatan, panitia masih membuka partisipasi umat Katolik di Tanah Papua melalui sumbangan sukarela.

Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan lancar serta menjadi momentum memperkuat iman dan persatuan umat Katolik di Tanah Papua. **