Timika,papuaglobalnews.com – Gereja Pentekosta di Indonesia (GPdI) Efata Nawaripi, Timika menggelar Seminar Paskah pada Sabtu, 4 April 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” yang diambil dari 2 Korintus 5:17. Peserta seminar terdiri dari Pelayanan Anak Pentekosta (Pelnat) dan Pelayanan Pemuda Remaja Pentekosta (Pelkap) GPdI Jemaat Efata Nawaripi. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIT hingga 16.00 WIT.

Dalam seminar  ini panitia mengundang empat narasumber namun pihak kepolisian tidak berkenan hadir untuk membawakan materi tentang Bijak  Berkomunikasi di Media Sosial. Sehingga yang hadir Pdm. M. Marani membawakan materi tentang Kasih Bapa, Pdm. Y. Wondy tentang Providensia Allah, Pdt. S. Marani tentang Iman dan Pdm. O. Marani, S.Si dengan materi How I Am.

Untuk menghindari kejenuhan, kegiatan juga diselingi dengan berbagai permainan edukatif.

Gembala Jemaat GPdI Efata Nawaripi, Pdt. M. Marani, dalam penyampaian firman Tuhan menegaskan bahwa makna Paskah adalah pembaruan hidup manusia. Ia menjelaskan melalui kebangkitan Kristus, manusia lama yang hidup dalam dosa harus ditinggalkan dan digantikan dengan kehidupan baru.

“Siapa yang hidup dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Kehidupan lama harus ditinggalkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Yesus Kristus yang wafat sekitar 2000 tahun lalu kini telah bangkit dan duduk di tempat yang mulia dan akan bertemu dengan-Nya di Sorga.

Ia menjelaskan manusia yang sebelumnya hidup dalam dosa, mencuri, sering berkelahi, suka melawan orangtua dan mengisap rokok secara sembunyi-sembunyi harus ditinggalkan dan sudah berlalu. Karena siapa yang hidup dalam Kristus, ia merupakan ciptaan baru.

Selain itu, Pdt. Marani mengajak peserta untuk tetap menyediakan waktu khusus bagi Tuhan di tengah kesibukan, dengan membaca firman-Nya dalam Alkitab dan hidup dalam kasih, sebagaimana teladan Yesus yang tidak membalas caci maki dan dendam karena disiksa.

Sementara itu, Koordinator kegiatan, Pdm. O. Marani menjelaskan setelah seminar, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan lanjutan, termasuk bermalam di gereja untuk mengikuti pawai obor fajar Paskah pada pukul 05.30 hingga 06.30 WIT.

Rute pawai dimulai dari gereja menuju Jalan Yos Sudarso hingga Timika Mall, kemudian kembali ke gereja untuk kegiatan pencarian telur Paskah dan ibadah subuh bersama seluruh jemaat.

Ia menambahkan, pemilihan materi tentang bijak berkomunikasi di media sosial dilatarbelakangi oleh kebijakan pemerintah terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

“Melalui materi ini, diharapkan anak-anak dapat memahami etika dalam berkomunikasi dan menggunakan bahasa yang sopan, sehingga terhindar dari dampak negatif media sosial,” jelasnya.

Pihak panitia berharap melalui Seminar Paskah ini dapat membangkitkan semangat dan iman peserta kepada Kristus, sekaligus membekali mereka dalam menghadapi tantangan zaman di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Sementara Pdt. Yohanis Marani dalam materi Paskah Kasih Bapa menekankan kasih tak terbatas Allah Bapa yang diwujudkan melalui pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus, sesuai konteks lagu rohani “Kasih Bapa” yang telah dibahas sebelumnya.

Makna Teologis

Paskah memperingati Kasih Bapa yang rela memberikan Anak-Nya untuk menebus dosa manusia, seperti dalam Yohanes 3:16. Tema ini mengajak umat merenungkan pengorbanan Yesus sebagai bukti cinta surgawi yang melampaui mentari dan samudra, menghubungkan lirik lagu dengan kemenangan atas maut.  **

Pelnat 01

Peserta  seminar Paskah Pelnat melakukan games.

Pelkap

Peserta Seminar Pelkap dan anak sekolah minggu asyk melaksanakan games.