FKUB Mimika Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Doa Lintas Agama di Kwamki Narama, Alfasiah : Masyarakat Sudah Implementasikan Moderasi Beragama
Dikatakan, FKUB memutuskan melaksanakan kegiatan tahun 2025 ini berawal dari Kwamki Narama karena wilayah ini dalam melaksanakan seluruh aktivitas tetap mempertahan nilai-nilai luhur adat istiadatnya masih sangat kuat.
Sembilan poin kata kunci moderasi keagamaan tersebut semuanya lengkap sudah dilaksana di Kwamki Narama.
Dalam moderasi beragamadi Kwamki Narama 90 persen Nasrani. Moderasi beragama menjadi tugas dan tanggungjawab seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Jeffrey menegaskan, agama tidak boleh menjadi kendaraan politik tetapi menjadi sarana manusia berjumpa dengan Tuhan baik secara spiritual dan ritual.
Agama juga menjadi marcusuar memberikan penerangan dalam menuntun umatnya menuju kehidupan penuh damai untuk menemukan kasih, suka cita dan persaudaraan.
Selain itu, agama menjadi pembawa suara kenabian dan keadilan bagi umat menuju kesejahteraan. Dan agama mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran. Karena, dengan semakin tinggi nilai keagamaan maka nilai kemanusiaan dalam menghargai orang lain juga semakin tinggi.
Agama juga sebagai sumber kebijaksanaan dan bimbingan. Dimana dalam hidup bersama harus bisa menerima orang lain dengan berbagai pergumulan dan tantangan hidup dalam mencari solusi.
Alfasiah, Sekretaris Bakesbangpol Mimika dalam materinya menjelaskan wawasan kebangsaan merupakan cara pandang diri masyarakat dalam keberagaman yang harus terus dipelihara sesuai dengan konsep empat pilar kebangsaan Indonesia yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Konsep tersebut menjadi landasan yang kuat dalam menjaga persatuan, kesatuan serta keberagaman bangsa Indonesia.
Alfasiah mengungkapkan empat konsep wawasan kebangsaan ini sesungguhnya sudah diimplementasi oleh masyarakat Kwamki Narama dalam kehidupan setiap hari.
Ia menegaskan kegiatan ini tujuan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan masyarakat. Sebab, pemerintah dalam mewujudkan suatu kesejahteraan tidak semudah membalik telapak tangan.
FKUB melaksanakan kegiatan ini mendapat dukungan Pemerintah Distrik Kwamki Narama bertujuan positif supaya tercipta komunikasi yang baik dalam mencapai keharmonisan.
Kepada masyarakat Kwamki Narama, ia mengajak tetap menjaga situasi yang aman supaya proses pembangunan dapat berjalan lancar walaupun belum semua dibangun pemerintah. Tetapi pemerintah secara perlahan terus membangun sesuai kebutuhan yang telah diusulkan dalam Musrenbang.
Ia juga mengingatkan masyarakat tidak boleh menolak tentang wawasan kebangsaan.
Mayor Abdul Munir, Kasdim 1710 Mimika dalam materinya menjelaskan Indonesia adalah bangsa yang besar dari Sabang sampai Merauke. Masyarakat hidup sangat majemuk baik agama, suku, bahasa, warna kulit serta adat.
Ia mengilustrasikan negara besar ini seperti rumah memiliki tiang tengah, atap dan dinding.
Bangsa yang besar ini memiliki kurang lebih 1300 suku, 700 bahasa dan ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
Sebagai anak bangsa harus ikut bela negara dalam menjaga dan memelihara keamanan dengan baik.
Ia mengungkapkan warga wajib ikut serta dalam bela negara sesuai profesi masing-masing dalam membangun.
Selain itu menjaga keamanan menjadi hak dan kewajiban setiap warga bangsa.
Ia menggaris bawahi memaknai bela negara dan cinta tanah air harus mencintai produk dalam negeri. Masyarakat harus konsumsi pangan lokal tanpa harus membeli dari luar. Melestarikan budaya lokal dan mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan golongan. **



















