Dikatakan, tujuan utama Proklim ini mencerminkan semangat gotong royong untuk menjaga lingkungan tetap asri.

Dengan adanya sosialisasi Proklim dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim, berbicara kesiapan manusia dalam menghadapi perubahan iklim dan termasuk bagaimana langkah-langkah strategis dalam tindakan mitigasinya atau pencegahan.

Lainnya, mendorong inisiatif masyarakat lokal dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) secara berkelanjutan, meningkatkan kontribusi Indonesia dalam pengurangan emisi gas rumah kaca. Ikut membangun ketahanan iklim wilayah-wilayah yang rentan terjadinya perubahan iklim.

Dikatakan, untuk mencapai tujuan tersebut Proklim memfokuskan pada tindakan atau gerakan adaptasi terhadap perubahan iklim melalui pengelolaan penggunaan air sumur, resapan air dan embun desa, panel air.

Membangun ketahanan pangan dengan mengembangkan pertanian organik, memanfaatkan pekarangan menjadi lebih produktif. Aktif dalam pencegahan penyakit, mengurangi risiko bencana penyakit berbasis masyarakat.

Ia menambahkan, tindakan mitigasi Proklim meliputi pengelolaan sampah secara terpadu. Dalam penanganan sampah ia mengakui hingga saat ini peran serta masyarakat masih sangat rendah. Petugas kebersihan sudah mengangkut pada malam hingga pagi namun siang hari sampah kembali menumpuk.

Ia berharap tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan, para lurah dan RT harus terlibat mendukung pemerintah. Karena sebagai tokoh atau figur publik di tengah masyarakat sangat memahami dan mengenal masyarakat di mana lingkungan setempat.

Namun demikian, kata Emanuel dibalik kesulitan yang dihadapi perlu merasa berbangga beberapa kampung atau desa di seluruh Indonesia, telah menunjukan kesuksesannya dalam melaksanakan Proklim yang sudah dicanangkan Pemerintah Pusat (Pempus).

Ia mengatakan kendala yang dihadapi saat ini semua program yang dikerjakan harus mampu menyentuh dan melahirkan tingkat kesadaran masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.

Devota Leisubun, Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan Proklim adalah upaya adaptasi perubahan iklim yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang Proklim kepada masyarakat luas.

Peserta sosialisasi ini terdiri dari utusan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, Kepala Distrik, Kepala Kampung, Pendamping Proglim dan DLH. **