Ny. Suzi juga mendorong Pemerintah Kampung Nawaripi untuk segera mengurus izin operasional PAUD ke Dinas Pendidikan, mengingat selama ini masih menumpang izin pada Balai Latihan Kerja (BLK) Merah Putih setempat.

Sebagai Bunda PAUD, ia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembukaan PAUD di wilayah-wilayah yang belum memiliki fasilitas serupa.

Meski gedung telah tersedia dan dilengkapi perpustakaan serta taman bacaan, Ny. Suzi mengakui masih terdapat kekurangan sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi.

Ia berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah dapat membantu menyediakan buku-buku bergambar guna meningkatkan minat baca dan tulis menulis anak-anak.

Selain itu, Ny. Suzi juga berjanji akan berupaya memberikan bantuan fasilitas permainan bagi anak-anak PAUD.

“Dengan adanya fasilitas permainan di halaman sekolah, anak-anak akan lebih tertarik datang ke sekolah, merasa senang, dan dapat belajar dengan suasana yang ceria,” pungkasnya. **

Catatan Redaksi

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” — Pramoedya Ananta Toer

Kami menerima kiriman tulisan opini maupun karya jurnalisme warga yang disertai identitas diri serta foto atau gambar pendukung.

Hak Jawab & Koreksi Berita

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel/berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita berisi sanggahan, koreksi, maupun hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.